PASANGKAYU, BKM — Polemik seputaran aktivitas tambang galian C milik CV Maju Bersama di Sungai Lariang, masih berlanjut. Masyarakat yang merasa jadi korban dengan gigih masih terus melakukan upaya perjuangan. Kali ini puluhan masyarakat Lariang yang terkena dampak aktivitas tambang mendatangi kantor DPRD Matra.
Mereka menagih janji tindak lanjut atas keluhan mereka kepada legislator Matra dari partai Nasdem yang sebelumnya melakukan kunjungan ke lokasi aktivitas tambang. ”Sebelumnya kami diminta untuk datang langsung ke DPRD guna menyampaikan masalah yang kami hadapi. Makanya, hari ini kami datang sekaligus ingin mengetahui sejauh mana langkah yang telah diambil DPRD Matra,” ujar Abdul Malik, salah seorang warga Lariang yang hadir pada pertemuan tersebut, Senin (29/2).
Kehadiran mereka diterima langsung komisi III DPRD Matra. Dalam kesempatan itu, legislator dari partai Nasdem, Karma, menyampaikan, sejauh ini pihaknya telah melakukan komunikasi non formal kepada pihak ekseskutif. Dalam waktu dekat komisi III akan melakukan pemanggilan kepada beberapa SKPD terkait.
Pemanggilan itu, sambung dia, untuk menggali informasi terkait izin tambang yang dimiliki CV Maju Bersama, sekaligus meluruskan persepsi bahwa erosi yang terjadi di Sungai Lariang bukan hanya karena faktor alam, tapi diduga karena aktivitas tambang galian C tersebut. ”Jadi nanti kami akan memanggil dinas ESDM, BLHD, dan PTSP Matra, untuk membicarakan aktivitas tambang ini. Kalau dia bilang ini karena faktor alam, saya sudah punya analisis sendiri untuk saya sampaikan kepada mereka,” jelasnya.
Mendengar penjelasan tersebut, masyarakat pun bersedia menunggu hasil dari rapat dengar pendapat (RDP) dengan beberapa SKPD terkait itu. Namun masyarakat berharap tuntutan keadilan yang mereka sampaikan bisa segara mendapat kepastian dan tidak berlarut-larut lagi. (ala/mir/c)
Masyarakat Lariang Tagih Janji Dewan
×

