pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sering Disenggol Mobil, Warga Pindahkan Pot ke Rumah

Lorong AMF, Kondisimu Kini

Lorong ASEAN Mayors Forum (AMF) yang terletak di Jalan Toddopuli 11, Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini, Makassar kini kurang terawat. Pot yang dulu berjejer di sepanjang lorong sudah tak terlihat lagi.

Laporan: Arif Al Qadri

September 2015 silam, Jalan Toddopuli 11, Kelurahan Kassi-kassi, ibaratnya seorang gadis yang hendak melangsungkan pernikahan. Dipoles dan dipercantik. Perhatian semua orang tertuju padanya. Namun, setelah hajatan AMF usai, dia dilupakan begitu saja. Ia kembali seperti semula, seperti lorong-lorong yang lain di Makassar.
Pot bunga yang dahulu berjejer tak tampak. Tanaman yang dahulu tumbuh subur tak lagi terawat. Cat tembok pun mulai pudar setelah disengat mentari dan diterpa air hujan.
Ketua RT 02/RW 02, Kelurahan Kassi-kassi, Andi Mappincara mengatakan, sebenarnya warga Toddopuli 11 masih memerhatikan kondisi tanaman yang ada di depan rumahnya. Bahkan menurut Tetta, sapaan Andi Mappincara, hampir setiap hari warga melakukan aksi bersih-bersih di depan rumah meski tanpa ada pengawasan dari pemerintah.
Tetta juga mengatakan, tanaman depan rumah warga selalu diberi pupuk bantuan dari Badan Ketahanan Pangan Kota Makassar.
“Biasanya sekali dalam tiga bulan pemerintah memberikan bantuan pupuk sebanyak 2 karung dengan berat masing masing sekitar 10 kg ke setiap rumah yang masuk di wilayah Lorong Garden (Longgar),” kata Tetta, kemarin.
Namun, kata dia, yang dikeluhkan saat ini karena sudah banyak rak pot yang terbuat dari besi kondisinya memprihatinkan.
“Sudah banyak rak pot yang rusak karena tidak mampu lagi menahan beban pot yang berat,” katanya.
Sementara itu, Lurah Kassi-kassi, Andi Bintang Haris yang ditemui di ruangannya mengakui jika beberapa Longgar di Toddopuli 11 sudah tidak tertata lagi. Hal itu disebabkan banyaknya kendaraan khususnya roda empat (mobil) yang keluar masuk lorong dan tidak sengaja menyenggol pot hingga pecah.
Lantaran sering pecah karena disenggol, kata Andi Bintang, beberapa warga memilih menyimpan pot bunga mereka di dalam teras rumah.
Andi Bintang juga mengatakan, ia akan kembali menghimbau warganya untuk menata kembali pot bunga yang ada di Longgar Toddopuli.
“Saya akan himbau warga saya untuk menata kembali Longgar dengan cara mengeluarkan pot yang disimpan di dalam teras rumahnya,” katanya.
Selain itu, Andi Bintang juga akan mencari sebagian pot bunga yang dulu ditata rapi di sepanjang lorong. Kemungkinan pot tersebut disimpan di Baruga atau di kantor Kecamatan Rappocini.
“Tapi kami tetap berharap Badan Ketahanan Pangan dan pihak lain tetap memberikan bantuan berupa bibit dan pot dari karet,” pintanya.
Menanggapi kondisi Lorong AMF yang sudah kurang perhatian, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Makassar, Sri Sulsilawati meminta pemerintah Kelurahan Kassi-kassi dan pemerintah Kecamatan Rappocini tidak berhenti memberikan motivasi dan semangat kepada warganya untuk menjaga dan menata Longgar di lorong tersebut.
Menurut Sri, Badan Ketahanan Pangan sejauh ini hanya membantu memberikan sosialisasi, pembinaan, pengembangan dan tahap kemandirian. Untuk proses selanjutnya, kata dia, pemerintah setempat dan warga diharapkan memiliki insiatif untuk menjaga Longgar yang telah dibina.
Apalagi, kata dia, Longgar di Toddopuli ll sudah masuk tahap kemandirian. Artinya, warga dan pemerintah setempat dinilai mampu mandiri untuk mendorong semangat inisiatif, menjaga dan mengembangkan Longgar.
Meski demikian, katanya, Badan Ketahanan Pangan tetap akan mengontrol dan memerhatikan kondisi lorong binaannya untuk tetap baik.
“Saya dalam waktu dekat akan turun melakukan pemantauan di Longgar Toddopuli ll yang saat ini mengalami perubahaan yang menurun,” ujar Sri.
Mengenai bantuan bibit, pupuk dan pot, Sri mengaku masih menunggu anggaran pengadaan dari pusat untuk lorong. Tetapi sebelum bantuan itu diberikan, lorong kembali dicek untuk memastikan apakah lorong tersebut pantas diberikan bantuan atau tidak. (arf/b)



×


Sering Disenggol Mobil, Warga Pindahkan Pot ke Rumah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar