MAKASSAR, BKM — Berat nian penderitaan yang harus ditanggung Adam Syapid. Bayi laki-laki berusia enam bulan ini terlahir dengan kondisi memprihatinkan.
Agar bisa bertahan hidup, buah hati pasangan suami istri Harmi (28) dan Asnawi (49) ini harus menggunakan selang untuk minum. Sebab Adam tak punya langit-langit di mulutnya. Kondisi itu sudah berlangsung sejak Adam terlahir ke dunia ini.
Tak hanya itu. Seiring dengan pertumbuhannya, di bagian tulang belakang Adam melekat daging yang menyerupai ekor sepanjang 7 centimeter. Para tetangga dan kerabat yang melihat kenyataan ini saat bertandang ke rumah orang tua Adam, langsung terkejut. Mereka semua berdoa agar Adam bisa tertolong.
Harmin yang ditemui di kediamannya Jalan Adipura Lorong 3 nomor 12 Karuwisi Baru, Kecamatan Makassar, mengatakan sejak anaknya lahir ia langsung memeriksanya. Alangkah kagetnya setelah mendapati kenyataan bahwa anak keduanya itu tak memiliki langit-langit di mulutnya. Untuk minum, Adam terpaksa menggunakan selang yang dipasang dokter di bagian mulutnya.
”Anak saya sering batuk karena tidak memiliki langit-langit di mulutnya. Tapi dia cukup sabar dan tidak pernah rewel dengan kondisinya saat ini,” tutur Harmi sambil mengeluarkan air mata.
Harmi kemudian menceritakan bahwa sebelum anaknya ini lahir, ia pernah mendapat mimpi sebelum mengonsumsi obat alergi ketika Adam masih dalam kandungan.
”Pernah memang saya bermimpi, namun saya tidak ingin mengaitkannya dengan mitos. Menurut dokter, kondisi anak saya saat ini karena pengaruh mengonsumsi obat keras,” terang Harmi sedih.
Sementara soal daging yang menempel di bagian tulang belakang Adam, Harmi menceritakan jika awalnya itu hanya seperti kutil. ”Saya juga terkejut karena semakin lama bertambah panjang. Disangkanya waktu itu hanya kutil yang menempel di kulitnya,” jelas Harmi.
Menurut Harmin, Adam lahir melalui operasi cesar. Sebelum lahir, ia sempat melakukan USG. Saat itu kondisinya baik dan normal. Namun saat lahir, kondisinya sangatlah memprihatinkan.
Dalam kesehariannya sejak lahir, Adam diberikan susu formula. Tidak ada perawatan khusus yang diberikan. Ia tidur di ayunan dalam kamar ibunya.
Pasangan Asnawi dan Harmi sudah dikarunia dua orang anak. Yang pertama bernama Adelia Putri Harwin (4). Harmi hanyalah seorang ibu rumah tangga. Sementara suaminya bekerja sebagai sopir mobil di sebuah gudang. Mereka tinggal di sebuah rumah panggung yang sudah tua.
Meski cobaan yang mereka alami cukup berat, namun pasangan ini tak menyerah. Mereka selalu berikhtiar dan berharap akan datang pertolongan kepada anak keduanya.
Doa itupun akhirnya terkabul. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kesehatan turun tangan memberikan bantuan. Rencananya, Adam akan dibawa ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis.
Wali Kota Moh Romdhan Pomanto yang mendapatkan kabar keberadaan bocah malang tersebut, langsung menginstruksikan Dinkes untuk terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap proses pengobatan hingga penyembuhan Adam.
“Orang tua Adam tidak usah cemas. Semua biaya pengobatan dan proses penyembuhan akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Makassar. Ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya,” kata Danny yang dihubungi, kemarin.
Ditegaskan Wali Kota, kondisi seperti menjadi tanggung jawab pemerintah. Bukan hanya terhadap Adam, tapi juga warga lain yang bernasib seperti dia dan keluarganya terbilang kurang mampu, juga akan dibantu oleh pemerintah.
Lurah Karuwisi Utara, Arman yang ditemui di rumah orang tua Adam, kemarin sore mengatakan, salah satu penyebab sehingga belum dilakukan operasi karena umur bayi tersebut belum memungkinkan.
”Operasinya akan dilakukan secara bertahap. Mungkin pada bagian mulut dulu. Setelah itu baru yang lain,” ujarnya.
(ish-man/rus)
Bayi ‘Berekor’ Lahir tak Punya Langit-langit
×

