SALAH satu yang harus dijaga ketika memilih terjun ke dunia marketing adalah komitmen. Hal itu penting untuk mendapatkan relasi serta keperdayaan dari konsumen.
Menjaga komitmen itulah yang diterapkan Putri Kharisma, atau yang akrab dipanggil Putri. Tidak salah jika ia bisa bertahan selama 14 tahun bergelut sebagai marketing di salah satu perusahaan penjualan mobil.
Modal lain yang dimiliki Putri adalah gaya bicara yang khas. Dia selalu ceria ketika ngobrol dengan siapa saja.
Sebenarnya, Putri yang lahir di Ujung Pandang, 29 Agustus 1990 ini ketika masih kecil ternyata punya keinginan menjadi seorang pramugari. Namun impian itu harus dipendamnya, tatkala ia tidak sanggup memenuhi kriteria menjadi seorang petugas yang melayani penumpang pesawat terbang tersebut.
”Sebenarnya dulu saya cita-citanya mau jadi pramugari, tapi tidak kesampaian. Selain karena persyaratannya, saya juga masih mikir-mikir waktu itu,” ujarnya dalam bincang-bincang dengan BKM di kantornya, Kamis (10/3).
Anak pertama dari empat bersaudara buah cinta pasangan Hamsin Karim dan Hj Ernawati ini sudah berkecimpung di bisnis penjualan mobil sejak tahun 2003. Setelah lulus kuliah ia memutuskan langsung bekerja.
Jika melihat profesi yang digelutinya saat ini, tidak ada yang menyangka jika Putri merupakan alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), tempat mencetak calon guru. Ia lulus dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tahun 2003.
Cukup banyak yang heran dengan putusan putri yang lebih memilih dunia marketing ketimbang menjadi seorang guru di sekolah dasar. Bahkan ia sempat ‘berseberangan’ dengan orang tuanya ketika itu.
”Saya sempat ditanya sama orang tua, kenapa tidak jadi PNS guru saja. Saya bilang, saya lebih tertarik menjadi sales. Saya suka karena pekerjaan ini menantang,” katanya memberi alasan.
Sebagai seorang wanita yang belum berkeluarga, Putri mengaku sangat hobi belanja, baik dilakukan bersama teman maupun dengan pacar. Tak jarang pula ia menikmati weekend di hari libur. Jika harus di rumah, Putri memilih membantu orang tua dengan memasak.
Perempuan berdarah Makassar ini tergolong tipe setia. Buktinya, hingga kini ia masih betah dan bertahan membina hubungan asmara dengan kekasihnya yang sudah terjalin selama 6 tahun. Hal ini tidak jauh-jauh dari prinsipnya yang menjaga komitmen dengan siapa saja.
“Saya bukan orang yang suka gonta ganti pasangan. Saya punya prinsip, harus berkomitmen dengan orang itu. Ini yang nomor satu harus dijaga,” tandasnya. (ita/rus)
Jaga Komitmen
×

