pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hobi Mengajar

AKTIVITAS kesehariannya sangat padat. Nyaris tak ada waktu untuk bersantai. Sebagai seorang wanita yang menyandang gelar doktor, hari-harinya selalu disibukkan dengan agenda mengajar di beberapa tempat, menjadi pembicara di berbagai seminar, workshop, atau pertemuan ilmiah.
Belum lagi jika harus mendampingi atau memberi asistensi bagi mahasiswa, baik S2 maupun S3 yang sementara menyusun tugas akhir. Namun semua itu dilakoni dengan enjoy tanpa ada beban berarti yang terasa.
Tercatat, wanita modis ini mengajar di sejumlah tempat.
Diantaranya mahasiswa S1 di Fakultas Teknik dan S3 PKLH UNM. Wanita kelahiran Bulukumba, 23 Oktober ini tercatat sebagai dosen di Pascasarjana UMI pada Jurusan Teknik Sipil Program Studi (Prodi) Rekayasa Transportasi. Selain itu, dia juga dipercaya sebagai konsultan ahli di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sulsel.
BKM/WINDA
Dr QadhriatyWanita modis ini terlahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai pendidik. Hal itu menjadi sumber inspirasinya untuk terjun ke dunia pendidikan.
“Keteladanan dan didikan yang diberikan ayah menjadi inspirasi. Memang sejak kecil saya merasa sudah punya bakat untuk mengajar,” tuturnya.
Dia betul-betul menerapkan salah satu hadis yang berbunyi; belajarlah mulai dari buaian sampai liang lahat. Karena itu dia tidak pernah lelah belajar dan terus mengupgrade ilmu yang dimiliki agar bisa terus bermanfaat bagi sesama manusia.
Menjadi seorang tenaga pengajar, Dr Qadhriaty paham benar dengan seluruh tanggung jawab dan konsekuensinya. Walau harus menghabiskan seluruh waktunya untuk berbagi ilmu, tak ada yang berat terasa. Apalagi, mengajar sudah dimasukkan sebagai salah satu hobinya.
“Saya tidak pernah merasa waktuku tersita. Walau diakui harus pintar membagi-bagi waktu. Kebetulan jadwal mengajar saya tidak pernah overlap,” jelasnya.
Selain ayah, nama yang juga menginspirasinya adalah Prof Zakiyah Drajat. “Saya waktu masih sekolah suka baca buku Prof Zakiyah Drajat. Sehingga kadang tulis nama saya pakai gelar professor. Ternyata itu jadi doa dan bisa mengantarkan saya jadi seperti sekarang,” ungkapnya.
Satu tahapan lagi, dia akan meraih gelar paripurna di dunia kependidikan. Yah, saat ini, dia sementara konsentrasi untuk meraih gelar professor alias guru besar.
Dr Qadhriaty termasuk salah satu dosen favorit mahasiswa. Dia sangat dekat dengan anak didiknya. Tidak ada kata pelit untuk mentransfer ilmu yang dimiliki kepada mereka. Terkadang, karena cukup akrab dengan mahasiswa, dia kerap diberi sapaan dosen gaul atau dosen selebriti.
“Saya merasa sangat bangga jika mahasiswa yang saya didik bisa meraih impian atau cita-citanya dengan cara yang positif,” kuncinya. (rhm/rus)



×


Hobi Mengajar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar