pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Boskalis Reklamasi 100 Hektare CPI Selama Dua Tahun

Ciputra Serahkan Pantai Pasir Putih Akhir Tahun

MAKASSAR, BKM — Reklamasi Center Point of Indonesia (CPI) sudah di depan mata. Kamis (24/3) hari ini, PT Ciputra Group melakukan penandatanganan kontrak dengan Boskalis. Perusahaan asal Belanda ini akan melakukan reklamasi CPI tahap pertama seluas 100 hektare.
Associate Director PT Ciputra Group, Sinyo Pealelu menjelaskan, kontrak reklamasi ini akan berlangsung selama dua tahun atau 24 bulan. Setelah penandatanganan kontrak, Boskalis diwajibkan lagi untuk membuat Detail Enggineering Design (DED).
“Desain umumnya sudah ada, tetapi Boskalis masih harus membuat desain detailnya untuk lahan seluas 100 hektare yang akan direklamasi,” jelas Sinyo, Selasa (22/3).
Usai penandatanganan kontrak, Boskalis masih butuh waktu tujuh atau delapan bulan untuk memulai proses reklamasi. Selain DED, mereka masih harus mengurus sejumlah izin. Utamanya izin pengoperasian kapal besar yang akan dididatangkan dari luar negeri. Mereka juga butuh waktu untuk mobilisasi alat ke Makassar.
Untuk pengambilan pasir sebagai bahan reklamasi, sudah ada beberapa lokasi di Takalar yang sudah diizinkan. Namun pihak konsesi yang akan menjual pasir mereka masih butuh kajian Amdal agar tak merusak lingkungan.
Dari 100 hektare yang akan direklamasi pada tahap pertama, 50 hektare diantaranya adalah bagian pemprov. Ini memang didahulukan, sebab sesuai PKS, kontraktor wajib memprioritaskan jatah lahan untuk pemerintah.
“Targetnya awal 2018, 100 hektare ini sudah rampung. Baru kita lanjut untuk reklamasi tahap dua seluas 57 hektare,” pungkas Sinyo.
Boskalis yang akan mengerjakan penimbunan CPI merupakan perusahaan spesialis reklamasi laut standar Internasional. Proyek yang dikerjakan sudah tersebar pada beberapa negara.
Di Indonesia, Boskalis termasuk yang mengerjakan reklamasi laut di Jakarta yang ditangani PT Muara Wisesa Samudra.
Dalam melakukan reklamasi, Boskalis akan menerapkan teknologi canggih. Kapal yang digunakan yakni dredging hopper yang berkapasitan hingga 20 ribu meter kubik pasir. Setara dengan 200 truk sekali angkut.
Penanggung jawab pengembangan CPI, Soeprapto Budisantoso berharap semua persiapan reklamasi bisa berjalan sesuai target. Selama ini, reklamasi dari jalur darat terhambat akibat ada miskomunikasi dengan salah satu pengemban di kawasan Tanjung Bunga.
“Kalau kontraknya ini selesai, berarti reklamasi akan dilakukan dari jalur laut. Ini sudah bisa maksimal sebab pekerjaannya akan menggunakan teknologi canggih,” katanya.
Pantai pasir putih jadi fokus pekerjaan Ciputra. Saat ini, pengerukan lokasi di seberang Pantai Losari sudah dilakukan. Hanya saja, pengangkutan pasir hitam untuk lapis bawah masih terkendala miskomunikasi dengan salah satu pengembang.
Kendati demikian, pihak Ciputra Group berjanji akan menyelesaikan dan menyerahkan pantai pasir putih tersebut ke pemprov, akhir tahun ini. Secepatnya, pihak Ciputra akan mengupayakan agar pengakutan pasir menuju lokasi proyek segera bisa dilakukan kembali.
Business Development Manager Ciputra Group, Cipta Harun mengatakan, laut di depan pantai ini nantinya akan menjadi kolam raksasa. Laut ini bebas ombak sehingga sangat aman untuk rekreasi. Anak-anak bebas berenang di sana.
“Kita mau, sebelum proses reklamasi besar-besar, pantai pasir putih ini sudah dinikmati masyarakat,” ujar Cipta di sela-sela makan siang dengan media di Jakarta, Rabu (23/3).
Associate Director Ciputra Group, Sinyo Pelealu menambahkan, pantai pasir putih ini ditargetkan rampung Oktober tahun ini. Sinyo mengatakan, sebenarnya sejak bulan lalu pasir putih sudah akan didatangkan. Tetapi kendala jalan, sehingga pengurukan pasir hitam saja belum selesai.
Proyek yang menghabiskan anggaran Rp20 miliar ini akan dilengkapi taman. Selain itu, ada pepohonan laut, jogging track, parkir, amphiteater, toilet, dan fasilitas lainnya.
Panjang pantainya 350 meter dengan total luas 2,2 hektare. Pantai ini akan menjadi pelengkap segala fasilitas umum yang akan hadir di CPI. Posisi pantai sangat dekat dengan lokasi pembangunan masjid yang direncanakan Pemprov Sulsel.
“Kita usahakan secepatnya pekerjaan dilanjutkan. Kita sudah janji juga ke pemprov untuk selesai tahun ini,” sebut Sinyo.
Sementara itu, khusus reklamasi di CPI, Ciputra sudah melakukan penimbunan sekitar 15 hektare. Total saat ini sudah ada daratan sekitar 25 hektare. Sebelumnya, memang sudah ada tanah tumbuh 10 hektare.
Reklamasi yang ada saat ini memang belum memenuhi target penimbunan. Cipta menyebutkan, reklamasi akan dibuat tiga meter di atas laut.
“Masih rendah memang. Mungkin baru dua meter. Nanti masih perlu ditimbun hingga memenuhi standar reklamasi sesuai perencanaan,” jelas putra Harun Hajadi ini.
Untuk reklamasi dari arah darat, Ciputra rencananya hanya akan menyelesaikan 15 hektare yang sudah ditimbun. Reklamasi selanjutkan, semua akan dilakukan dari jalur laut menggunakan kapal. (*)



×


Boskalis Reklamasi 100 Hektare CPI Selama Dua Tahun

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar