PRESTASI membanggakan ditorehkan Irmayani Kaharuddin. Mahasiswa Fakultas Pertanian ini menjadi wisudawati terbaik dari 1.225 orang wisudawan dan wisudawati Universitas Hasanuddin (Unhas). Ia berhasil menyelesaikan studi selama 3 tahun 3 bulan, dengan raihan IPK (Indeks Prestasi Komulatif) 3,83.
Untuk penyelesaian studinya di Kampus Merah, wanita kelahiran Palopo, 24 April 1994 ini mengambil judul; Perbanyakan Enam Varietas Krisan Secara Invitro pada Berbagai Media Tanam.
Anak kedua dari dua bersaudara buah hati pasangan Kaharuddin Supu,SH dan Dra Hj Najameh ini, sangat berbahagia. Sebab ia memperoleh banyak kejutan di hari wisudanya. Bukan hanya membuat bangga kedua orangtuanya, tapi Irma juga mendapatkan penghargaan berupa uang tunai dari kampus.
”Ini bentuk penghargaan dari kampus. Bangga bisa meraih wisudawati terbaik,” ungkap Irma di sela-sela pelaksanaan wisuda di Baruga AP Petta Rani Unhas, Tamalanrea, Rabu (23/3).
Setelah meraih predikat wisudawati terbaik se-Unhas, Irma punya keinginan untuk kembali melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Ia ingin mewujudkan cita-citanya menjadi seorang tenaga pengajar.
”Masih mau lanjut kuliah dulu. Rencanaya mau jadi dosen. Tapi kalau ada kesempatan untuk bekerja, sata akan ambil. Jadi anak berbakti dulu kepada orang tua,” ucapnya.
Penyuka kuliner jenis sate ini terbilang sebagai pecinta tanaman sejak ia duduk di bangku kuliah. Padahal sebenarnya keinginan awalnya ia ingin menjadi seorang pramugari. Hanya saja ia terhalang tinggi badan, dan akhirnya melupakan keinginan itu.
”Dulunya bukan mau jadi ahli tanaman. Maunya jadi pramugari. Tapi berhubung tinggi saya tidak memenuhi syarat, jadi beralih deh,” bebernya.
Kecintaan Irma terhadap tanaman, mengalir dari kegemaran ibunya yang mempunyai banyak tanaman di rumahnya. Boleh dikata hampir di seluruh pekarangan rumah Irma dipenuhi tanaman yang dipelihara oleh sang ibu.
“Paling suka menanam dan menjadi kegemaran. Sepertinya ini menurun dari kegemaran ibu juga yang pencinta bunga dan tanaman,” katanya.
Karena kegemarannya bercocok tanam, sedikit-sedikit Irman selalu mengambil tanaman baru untuk diteliti dan ditanam di pekarangannya. Hasilnyam sudah banyak penelitian yang dilakukannya terhadap berbagai jenis tanaman.
“Mungkin karena sukanya tanaman, lihat sedikit di tanah mau coba ambil lalu dijadikan penelitan dengan menggunakan media lain,” tuturnya.
Sekarang, keinginan hidup Irma adalah mengembangkan apa yang menjadi kesukaannya. Diapun percaya dengan prinsip; man jadda wa jadah. Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah ia. (ita/rus)
Lulusan Terbaik Unhas
×

