pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Gadis Pendiam Bunuh Pria yang Mau Memperkosanya

SIDRAP, BKM — Gadis bernama Rahmawati alias Rahma (24) ini bukanlah perempuan biasa. Ia seorang wanita pemberani yang mati-matian membela kehormatannya sebagai perempuan.
Rahma bahkan nekat menghabisi seorang pria yang hendak memperkosanya. Kejadian inipun sontak membuat tercengang seluruh warga Desa Mario, Kecamatan Kulo, Sidrap.
Peristiwa memilukan itu terjadi, Selasa (29/3) pukul 06.30 Wita. Rahma yang oleh warga kampungnya dikenal sebagai gadis pendiam, menjadi sasaran pelecehan seksual oleh seorang pria bertato, yang belakangan diketahui sudah memiliki istri.
Lelaki bernama Mansyur bin H Maming (45), warga Kompleks SPP Negeri Snagma 1 Kulo, Kecamatan Kulo, Sidrap itupun tewas dengan kondisi mengenaskan di lokasi kejadian, tepatnya di kebun milik orang tua Rahma. Sedikitnya terdapat 21 kali luka tebasan parang di tubuh korban.
Antara pelaku dan korban masih tergolong tetangga. Jarak rumah antara keduanya tidak terlalu jauh.
Dari hasil visum, korban Mansyur tewas di lokasi kejadian dengan bersimbah darah setelah mengalami luka tebas di sekujur tubuhnya. Diantaranya luka tebasan bagian punggung kanan sebanyak lima kali, punggung kiri empat kali, luka menganga di leher depan satu kali, bagian belakang leher dua kali.
Termasuk luka tebas tangan kanan tiga kali, jari-jari tangan kanan empat kali, tangan kiri empat kali, serta dua jari kiri luka dan kelopak tangan. Ada pula luka tebas enam kali di bagian belakang kepala, dan punggung enam kali, serta luka tebas bagian betis kiri dan kanan masing-masing satu kali.
Dari pengakuan Rahma, ia gelap mata membantai Mansyur karena hendak diperkosa. Ceritanya, sebelum kejadian Selasa dinihari sekitar pukul 02.00 Wita, Rahma mendapat pesan singkat SMS (Short Message Service) dari korban. Dalam isi pesan singkat itu, pelaku diajak berhubungan badan.
Namun ajakan itu tidak diterima pelaku. Sebaliknya, Rahma menilai ajakan itu penghinaan terhadap dirinya sebagai seorang perempuan, serta nama baik keluarganya.
Selama ini, Rahma dan kedua orang tuanya tinggal di gubuk kebun miliknya di Desa Mario. Sebagai tulang punggung keluarga, sehari-harinya Rahma mencari uang dengan menjual alat-alat kosmetik. Selain itu, ia juga membantu orang tuanya berkebun.
Dihadapan polisi, Rahma yang tersinggung isi SMS yang dikirim Mansyur, nekat mendatangi rumah korban dan menanyakan maksud SMSnya itu. Namun, entah karena bernafsu melihat kecantikan Rahma dan kemolekan tubuhnya, Mansyur langsung bereaksi dan memeluk pelaku serta meremas (maaf) payudaranya.
Saat itulah Rahma langsung berontak dan berusaha keluar dari rumah korban. Namun Mansyur terus membujuknya dan meminta untuk dilayani. Disinilah Rahma mulai kalap, dan secara tidak sengaja mendapati parang panjang di rumah korban.
Tanpa banyak tanya lagi, pelaku langsung menghujamkan parang itu berkali-kali ke tubuh korban, hingga akhirnya Manysur tersungkur bersimbah darah. Setelah itu, ia memberitahu orangtuanya, dan selanjutnya menyerahkan diri ke polisi.
“Saya dituduh perempuan nakal, perempuan bayaran. Makanya saya datangi dia di rumahnya untuk menanyakan apa maksud isi SMS itu. Dari dulu dia (Mansyur) memang selalu mengganggu dan menggoda saya, Pak. Saya tidak terima semua itu. Saya berusaha membela diri saat dia mencoba memperkisa saya,” kata Rahma dihadapan penyidik, kemarin.
Sementara ibu Rahma bernama Halimah, mengatakan sebelum kejadian, ia sempat mencegah anak sulungnya itu mendatangi rumah Mansyur. Namun karena merasa dipermalukan, Rahma tetap nekat datang dan tak menghiraukan nasihat orangtuanya itu. “Saya beberapa kali cegah dia dan menasihati, namun tidak dipedulikan. Ia tetap datang ke rumah Mansyur,” ujar Halimah dengan mata berkaca-kaca yang ditemui BKM di ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Sidrap, kemarin.
Menurut Halimah, dalam kejadian ini anaknya berusaha membela kehormatannya hendak diperkosa oleh korban. ”Lihat saja, masih ada bekas cekikan di leher anak saya,” kata Halimah.
Sementara Ramli, bapak Rahma, mengatakan putrinya tidak bersalah. Selama ini anaknyalah yang selalu menjadi korban pelecehan.
Bahkan sebelumnya, Rahma pernah nyaris diperkosa oleh lelaki bernama Lacinggo. Kasus itupun diproses di Polres Sidrap. Namun tidak dilanjut dengan alasan kekeluargaan.
“Memang dia (Rahma) merupakan tulang punggung keluarga kami. Dia membantu ekonomi keluarga dengan menjual alat-alat kosmetik. Keuntungan dari hasil menjual kosmetik yang diapaki membeli beras untuk makan sehari-hari,” ujarnya.
Diakui Ramli, selama ini banyak orang yang mengira anaknya seorang perempuan nakal. ”Anak saya biasa diperlakukan seperti perempuan nakal. Padahal dia tidak begitu. Maklum, Pak kami orang miskin dan cuma petani yang tinggal di gubuk kebun,” ujar Ramli sedih.
Kedua orang tua pelaku, Ramli dan Halimah tampakmendampingi putrinya saat diamankan di Polres Sidrap. Di kantor polisi, keduanya ngotot membela putrinya tak bersalah.
Terkait penanganan kasus ini, Kapolres Sidap AKBP, Anggi Naulifar Siregar melalui Kasat Reskrim, AKP Chandra Yudha Pranata mengatakan, pelaku sudah diamankan setelah menyerahkan diri usai melakukan perbuatannya.
“Motifnya sementara kita dalami. Namun kesimpulan sesuai keterangan pelaku, korban mencoba memparkosa pelaku sehingga pelaku melawan dan menghabisi korban. Tapi itu pengakuan sementara. Semuanya masih kita dalami motif selanjutnya, apakah memang ada unsur pemerkosaan sehingga pelaku membela diri atau ada motif lain,” ujar AKP Chandra.
Untuk mengungkap penyebab dan motif pembunuhan ini, tambah Chandra, pihaknya juga akan mempelajari isi SMS yang ada di telepon genggam milik pelaku dan korban. Sebab ada komunikasi antara pelaku dan korban sebelum peristiwa itu terjadi.
“Kita harapkan isi SMS itu bisa membantu polisi mengungkap apa penyebab dan motifnya,” kata Chandra.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga telah menyita barang bukti berupa parang panjang yang digunakan Rahma membunuh Mansyur. Sementara korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarganya di Desa Kulo, Kecamatan Kulo.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi berjaga-jaga di sekitar rumah pelaku. Pengamanan dilakukan aparat Polsek Urban Rappang, Kecamatan Panca Rijang diback up Polres Sidrap.
“Seluruh keluarga Rahma, mulai adiknya serta kedua orang tuanya, sementara kami amankan untuk menghindari amukan keluarga korban. Kita baru tahu kalau keluarga pelaku ini adalah pendatang yang berkebun dan menetap di Kulo,” kata AKP Chandra.
Dihubungi terpisah, salah satu praktisi hukum di Sidrap, Andi Mappatoto,SH mengatakan, jika melihat dari kacamata hukum, apa yang dialami Rahmawati merupakan perbuatan pembelaan diri.
“Melihat kasus ini dan fakta-fakta di lapangan, tidak menutup kemungkinan nantinya dalam persidangan pelaku tidak terbukti sengaja membunuh. Dengan begitu, otomatis bisa saja bebas. Karen perbuatannya itu hanya semata-mata membela kehormatannya selaku perempuan,” kata Andi Mappatoto yang juga advokasi bidang hukum perempuan dan anak.
Meski begitu, tambahnya, kasus itu bisa saja sebaliknya. Ada unsur kesengajaan untuk membunuh korban. “Tapi kita lihat saja hasil penyelidikan polisi bagaimana faktanya, apakah memang betul-betul pembelaan diri atau tidak,” tandasnya. (ady/rus/a)



×


Gadis Pendiam Bunuh Pria yang Mau Memperkosanya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar