KOMUNITAS Polisi Temanta wilayah Polsek Soreang menggelar ramah tamah sekaligus syukuran, menyusul berakhirnya program Polisi Temanta untuk kawasan bebas pencurian motor (curanmor). Kegiatan ini sekaligus menyambut program serupa pada jilid dua, dengan sasaran kawasan bebas narkoba.
Laporan; Samiruddin
WARGA Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare berbondong-bondong menghadiri acara yang dilaksanakan, Jumat (22/4) malam. Komunitas Polisi Temanta Wilayah Soreang yang dikoordinir langsung tokoh masyarakat setempat, Kaharuddin Kadir menjadi pemrakarsa acara ini.
Mereka memberikan dukungan kepada Bhabinkamtibmas, Aiptu Nurayni A Amir yang berhasil menjadi juara satu Polisi Temanta se-Kota Parepare, serta keberhasilan Polsek Soreang di bawah komando AKP H Muhabar menjadi polsek terbaik dalam rangkaian kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Kaharuddin mengatakan, berakhirnya program Polisi Temanta untuk kawasan bebas curanmor, bukan berarti kegiatan ini tidak lagi dilaksanakan. Sebaliknya, Komunitas Polisi Temanta wilayah Soreang mendukung sepenuhnya program yang digagas Polres Parepare dan Harian Berita Kota Makassar ini dilanjutkan untuk kawasan bebas narkoba.
”Jadi Komunitas Polisi Temanta wilayah Soreang merupakan yang pertama menyatakan dukungan secara resmi agar program Polisi Temanta dilanjutkan, untuk kawasan bebas narkoba. Selamat datang kawasan bebas narkoba. Kami lebih duluan menjemputnya sebelum dilauching secara remi oleh pemerintah dan Polres Parepare,” kata Kaharuddin.
Kenapa komunitasnya sangat merespon dan mendukung program ini? Kaharuddin beralasan, Polisi Temanta merupakan satu-satunya program pihak kepolisian di Parepare yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
”Kami baru merasakan betapa dekatnya masyarakat dengan polisi. Dulu, sebelum program ini dilaksanakan, polisi dan masyarakat tidak terlalu akrab. Masyarakat seperti enggan untuk berbaur dengan polisi. Karena selama ini di mata masyarakat, polisi itu menakutkan. Tetapi setelah ada program Polisi Temanta, keakraban antara masyarakat dan polisi kian terjalin erat,” kata Kahar.
Karena itu, tambah Kahar, dia sangat menginginkan program ini berlanjut. Sebab untuk menjaga situasi aman dan kondusif suatu wilayah, khususnya di kawasan Polsek Soreang, harus melibatkan masyarakat secara langsung.
”Jika masyarakat sudah menjadi polisi bagi dirinya sendiri, maka kota ini akan aman dan terkendali. Karena antara polisi dan masyarakat sudah menyatu dalam menjaga kamtibmas,” tuturnya.
Diakui Kahar, selama program ini dilaksanakan, telah banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas Polisi Temanta yang melibatkan warga. Mereka ikut bergerak bersama mensosialisasikan program polisi temanta bebas kawasan curanmor.
Hasilnya, kawasan yang ada di Kecamatan Soreang tidak ada terjadi tindak kejahatan curanmor. Sehingga wajar jika Kapolres Parepare, AKBP Alan Gerrit Abast mendapat penghargaan sebagai kapolres terbaik di Sulselbar untuk tingkat keamanan.
”Jadi ini sudah membuktikan keamanan di daerah kita ini lebih baik dari pada daerah lain. Makanya, kami sangat mendukung program ini, karena masyarakat telah merasakan manfaatnya,” tandas Kahar.
Dalam kegiatan sosialisasi yang dilakukan, Komunitas Polisi Temanya Wilayah Soreang biasa berkeliling menggunakan kendaraan untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar waspada curanmor. Mereka juga memasang stiker identitas semua bhabinkamtibmas wilayah Soreang, dilengkapi dengan nomor telepon. Tujuannya, agar masyarakat bisa menghubungi mereka langsung jika ada terjadi tindak kejahatan di wilayahnya.
Selain itu, komunitas ini juga memasang baliho dan spanduk, hingga rutin mengenakan baju komunitas Polisi Temanta. Semua ini dilakukan demi membudayakan program ini agar menjadi pilot project.
Kapolres Parepare, AKBP Alan G Abast yang hadir dalam acara ini, tidak menyangka jika ramah tamah dan syukuran ini berlangsung meriah. Dia bahkan hanya mengira diundang oleh masyarakat Bukit Indah untuk menghadiri acara syukuran atas juara satu kawasan Polisi Temanta se-Kota Parepare dengan bakar-bakar ikan dan semacamnya.
”Saya kira hanya diundang untuk bakar-bakar ikan. Setelah saya tiba di lokasi, ternyata sangat meriah. Bahkan sudah ada spanduk bertuliskan selamat datang kawasan bebas narkoba. Belum dilauching, sudah duluan ada kawasan bebas narkoba di sini. Ini hebat dan kreatif sekali,” kata Alan.
Mantan Kapolres Luwu ini menegaskan, program Polisi Temanta tidak akan berhenti dilaksanakan. Yang berakhir kemarin adalah edukasi penanganan pencurian motor.
”Pak Wali juga sudah memberikan jawaban bahwa program ini dilanjutkan pada kawasan bebas narkoba. Kami akan bertemu, Pak Wali, Berita Kota dan Polres Parepare untuk duduk satu meja membahas program ini selanjutnya. Karena masyarakat yang membutuhkannya,” terang alan.
Usai Alan memberikan sambutan, Bhabinkamtibmas Aiptu Nurayni A Amir menyerahkan cinderamata berupa cindin permata kepada Kaharuddin selaku Ketua Komunitas Polisi Temanta wilayah Soreang.
”Ini cincin buat ak Kahar sebagai kordinator Polisi Temanta wilayah Soreang, yang telah mengantar menjadi juara satu. Terima kasih buat para komunitas yang mendukung program ini hingga terlaksana dengan sukses,” kata polisi wanita yang akrab disapa Bunda ini.
Hadir dalam acara ini Wakapolres, Kompol Achmad Faisal, para perwira Polres Parepare, komunitas Polisi Temanta, Bhabinkamtibmas Polres Parepare, camat Soreang, para lurah wilayah Soreang, danramil Soreang, serta tokoh masyarakat. (*/rus/c)

