MAKASSAR, BKM — Kandidat calon ketua umum Partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo (SYL) sudah berkali-kali menyatakan dirinya tidak akan maju berkompetisi jika ada pembayaran berupa uang mahar. Sementara panitia Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar telah memutuskan uang mahar sebesar Rp1 miliar per orang.
Meski sudah diputuskan adanya pembayaran seperti itu, SYL tetap akan mendaftar untuk bertarung pada Munaslub yang akan dihelat di Nusa Dua Bali, 23 Mei mendatang. Ketua DPD Golkar Sulsel itu rencananya akan mendaftar secara langsung pada hari ini, Senin (2/5).
Untuk kepentingan pendaftaran itu, SYL mengaku sementara berkoordinasi dengan Wakil Gubernur Sulsel apakah tugasnya memimpin acara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dipusatkan di Kabupaten Sidrap, bisa didelegasikan.
“Ini saya lagi atur-atur waktu dengan Pak Wagub, bisa tidak saya tinggalkan itu,” kata SYL pada BKM di rumah jabatannya, Minggu (1/5).
Orang nomor satu di Sulsel itu mengatakan, sebagai pemilik hak suara, dirinya diwajibkan untuk datang sendiri melakukan pendaftaran. “Kalau tidak datang, nanti dicoret namanya. Kita mendaftar saja,” ungkapnya.
Untuk kepentingan pendaftaran, lanjut dia, dirinya tidak akan membawa banyak pasukan. “Yah, paling tiga orang yang akan temani saya mendaftar,” jelasnya.
Disinggung persoalan mahar atau biaya pendaftaran yang tetap akan diberlakukan, mantan Bupati Gowa dua periode ini tetap bersikukuh dan konsisten tidak akan maju bertarung jika ada pembayaran. Walaupun maharnya hanya Rp1miliar dan itupun sebenarnya sudah akan ditanggulangi orang-orang dekatnya.
“Izinkan saya berhenti kalau ada mahar. Tak peduli berapa nilainya dan ada yang sanggup membayarkan,” tegasnya.
Dia mengemukakan, kalau sudah uang yang bermain, bukan kecerdasan dan strategi, kualitas Munaslub tidak ada apa-apanya. Golkar tidak akan berubah sesuai yang diharapkan. Padahal, idealisme Golkar sebagai partai sangat diharapkan. Saya mau dipilih karena kehebatan saya, bukan karena saya bisa bayar,” kata Syahrul.
Dia mengklaim sudah ada 370 pemilik suara yang mendatanginya. ”Yang jelas, saya tak akan maju jika ada yang namanya mahar,” pungkasnya.
Tim pemenangan SYL untuk Golkar 1, Farouk M Betta membenarkan adanya rencana SYL ke Jakarta. “Pak Syahrul dan rombongan akan dijemput tim yang sudah berada di Jakarta, seperti Lakama Wiyaka,” jelas Ketua DPRD Makassar ini, kemarin.
Informasi berbeda diterima dari Lakama Wiyaka, yang hingga kemarin masih berada di Jakarta. Menurut dia, Syahrul diundang oleh panitia untuk hadir mendengarkan penjelasan tentang jalannya munaslub. Pemberian penjelasan akan disampaikan steering commitee (SC).
”Jadi besok itu (hari ini) baru penjelasan dari SC terkait pelaksanaan munaslub. Tanggal 3 atau 4 (Mei) baru ada pendaftaran,” kata Lakama. (rhm-rif/rus)
Izinkan Saya Berhenti kalau Ada Mahar
Hari ini ke Jakarta, SYL Pertimbangkan Diwakili di Hardiknas
×

