MAKASSAR, BKM — Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar ditantang untuk mencetak pelaut berkelas dunia. Apalagi di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tuntutan akan sumber daya manusia (SMD) pelaut yang andal semakin dibutuhkan perusahaan pelayaran.
Pakar pertahanan maritim dari Universitas Pertahanan (Unhan), Dr Rivai RAS menyampaikan hal itu ketika berbicara di depan ratusan taruna taruni Polimarim AMI, Sabtu (30/4). Kehadiran Rivai di kampus ini sebagai narasumber diskusi maritim yang dilaksanakan Polimarim AMI bekerja sama Harian Berita Kota Makassar.
Dalam pemaparannya, putra kelahiran Bone, 24 September 1967 itu mengakui bahwa saat ini Indonesia belum bisa mengklaim dirinya sebagai negara maritim. ”Untuk sekarang ini negara kita baru menuju negara maritim. Kita baru ingin memanfaatkan potensi laut yang dimiliki. Sebuah negara maritim adalah yang mampu mengembangkan dan mengelola potensi lautnya untuk kesejahteraan masyarakatnya,” kata Rivai.
Sebagai orang yang lahir di Sulawesi Selatan, Rivai ingin daerahnya ini menjadi bagian dari poros maritim dunia. Sebab sisi geografis, fisik, populai serta luas wilayah yang dua pertiga merupakan perairan, telah memenuhi syarat. Karena itu, tidak salah jika Sulsel disebut sebagai pintu gerbang Indonesia Timur.
”Sulsel ini bisa menjadi Jakarta kedua. Potensi yang ada cukup besar. Tinggal pemanfaatannya yang perlu lebih dioptimalkan lagi,” kata Rivai.
Direktur Polimarim AMI, Amrin Rani dalam sambutannya, mengapresiasi kedatangan Rivai di kampusnya. Apalagi melakukan sharing tentang pertahanan maritim dengan dosen serta para taruna dan taruni.
”Selama ini kami belum mendengar ada pimpinan daerah di Sulsel yang fokus ke masalah kemaritiman. Baru Pak Rivai yang melakukannya,” kata Amrin yang disambut applaus.
Amrin menjelaskan, Polimarim AMI sebelumnya bernama Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran. Perubahan bentuk itu mengacu pada SK Kemenristek yang diserahkan secara resmi oleh Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, 30 Maret 2016 lalu.
Sebagai pengelola diklat kemaritiman, berbagai fasilitas untuk kelengkapan praktik telah ada di kampus ini. Termasuk SDM dosen terus ditingkatkan. Karenanya, Amrin menegaskan, pihaknya tidak pernah takut memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).
”Jangankan MEA, Eropa pun kami tidak takut. Kami siap untuk bersaing dalam menciptkan pelaut. Karena saat ini saja, pelaut kami sudah tersebar di berbagai negara,” kata Amrin. (rus)
Polimarim Ditantang Cetak Pelaut Kelas Dunia
×

