BUPATI Luwu, Andi Mudzakkar menaruh perhatian besar terhadap mahasiswa asal yang tengah menimba ilmu di daerah lain. Salah satunya di Kota Yogyakarta.
Laporan: Irwan Musa
dari Yogyakarta
SUASANA di dalam asrama putri Jalan Taman Siswa 931, Kompleks Joyonegaran, Yogyakarta, Sabtu (7/5) berbeda dari biasanya. Keramaian begitu terlihat. Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi duduk bersila di sebuah ruangan yang terbilang cukup luas.
Duduk di bagian depan Bupati Luwu, Andi Mudzakkar. Tidak yang mengantarai, di samping kiri Andi Mudzakkar duduk Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Luwu, Andi Tenri Karta Mudzakkar. Sejumlah pejabat eselon II terlihat mendampingi.
Kedatangan Bupati yang akrab disapa Cakka itu ke Kota Pendidikan, salah satunya untuk melihat secara langsung kondisi para mahasiswa asal Luwu. Termasuk fasilitas asrama, baik asrama putri di Jalan Taman Siswa maupun Asrama Putra Timoho.
Sebelumnya, Cakka mendapatkan surat ketua Rukun Warga (RW) di Timoho menyangkut keberadaan asrama putra di lokasi itu. Karenanya, salah satu tujuan kunjungan ini untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Pertemuan di Asrama Putri Luwu Jalan Taman Siswa dihadiri Ketua DPRD Luwu Andi Muharir, Kepala DPKAD Luwu Muhammad Arsyal Arsyad, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Andi Fatahillah, Kasat Pol PP Andi Iskandar, Kepala Bappeda Muhammad Rudi, Sekertaris Dinas Tata Ruang Sofyan Thamrin dan Kabag Humas Anwar Usman. Sementara dari mahasiswa, hadir Persatuan Mahasiswa Putra Putri Luwu Yogyakarta (Perhipla).
Penyelesaian dan langkah cepat yang dilakukan Bupati Luwu, Andi Mudzakkar terkait konflik mahasiswa Luwu yang pernah terjadi tahun 2002 antara warga Timoho,Yogyakarta dengan mahasiswa asal Kabupaten luwu, merupakan hal yang dinanti kalangan mahasiswa Luwu. Utamanya mereka yang selama ini menghuni asrama Putra Timoho maupun Asrama Putri di Taman Siswa.
Dalam pertemuan bersama Perhipla, Sabtu pagi, ada sejumlah keputusan yang diambil untuk mencegah berlanjutnya masalah tersebut. Salah satunya, pertukaran asrama mahasiswa putra dan putri.
”Saya tidak mau konflik ini berlanjut meskipun ini persoalan lama. Jadi saya ambil keputusan, kita lakukan pertukaran asrama. Asrama di Timoho akan digunakan untuk mahasiswa putri dan di Taman Siswa ini akan digunakan mahasiswa putra,” tegas Bupati Luwu dua periode ini.
Langkah yang diambil Mudzakkar bukan tanpa alasan. Hal itu sesuai permintaan warga yang berada di lingkungan Asrama Perhipla di Timoho.
“Kami sudah dua kali disurati oleh Pak RW di sana. Isi surat itu intinya menolak kehadiran mahasiswa putra di Timoho, dan meminta mengembalikan peruntukan asrama di sana yang awalnya memang digunakan oleh mahasiswa putri. Memang awalnya asrama di Timoho itu khusus putri. Tapi pada waktu terjadi gempa Yokyakarta tahun 2002, asrama itu rusak. Dipindahkanlah mahasiswa putri di sana dan diisi oleh mahasiswa putra. Pascagempa dan selesainya rehab asrama di Timoho, warga disana meminta kita menyepakati perjanjian yang pernah disepakati bersama,” jelas Mudzakkar.
Soal konflik yang pernah terjadi, ditambahkan Mudzakkar, sebenarnya tidak ada kaitannya dengan mahasiswa Luwu yang saat ini sedang kuliah. “Ini adalah ulah para seniornya tahun 2002. Namun masyarakat di Timoho seolah tidak bisa menerima sampai sekarang. Mereka tidak menginginkan lagi mahasiswa putra tinggal di lingkungan sana. Jadi sebagai langkah pencegahan, kita ambil keputusan ini. Ini adalah langkah terbaik untuk tetap menjaga anak-anak kita merasa nyaman kuliah di Yogyakarta,” terang Cakka.
Baik asrama yang ada di Timoho maupun di Taman Siswa, dijelaskan Sekretaris Dinas Perumahan Tata Ruang dan Cipta Karya Luwu, Sofyan Thamrin. Dikatakan, dalam waktu dekat sejumlah sarana dan prasarana yang ada di dua asrama itu akan kita lengkapi sesuai instruksi Bupati Luwu.
Usai menyelesaikan masalah asrama putra di Timoho maupun asrama putri di Taman Siswa Yogyakarta, Bupati Luwu didampingi sejumlah kepala SKPD melanjutkan perjalanan menuju Kota Malang Jawa Timur.
Di Malang, Andi Mudzakkar dan rombongan dijadwalkan berkunjung ke Batu, Minggu (8/5). Mereka akan melakukan studi banding terkait program pengelolaan kawasan perkebunan dan agro wisata Latimojong yang diprogramkan oleh Bupati Luwu.
Nantinya, kata Mudzakkar, hasil studi banding di wilayah perkebunan Batu ini akan diterapkan di Kecamatan Latimojong guna mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan petani di wilayah Kabupaten Luwu. Bukan saja di Latimojong, namun juga di beberapa wilayah kecamatan yang potensi perkebunannya layak dikembangkan. (*/rus/b)

