AZIKIN alias Delong tiba-tiba menangis histeris saat Kapolres Maros, AKBP Lapry Prasetyo memberikan keterangan pers di Aula Mapolsek Mandai, Selasa (17/5).
Saat ditanya kenapa dia melakukan itu, Delong mengaku sangat cinta terhadap istri mudanya itu. Bahkan pada hari Sabtu sebelum kejadian nahas tersebut, ia sempat bersama-sama dengan istrinya makan dan istirahat di Maros. “Saya tidak sangka hari itu pertemuan terakhir kami berdua,” ujar Delong sambil menangis.
Pada malam kejadian, menurut Delon, dirinya tidak berkunjung ke rumah sang istri. Sebagai sopir mobil truk tronton, ia tengah bertugas mengangkut semen. Akibatnya, waktu di rumah istrinya sangat terbatas. Bahkan pada malam kejadian, ia tidak sempat mengabari tentang kegiatannya hari itu.
”Saya sangat menyesal, kenapa saya tidak memberikan kabar pada istriku pada malam itu. Biar istri keempat, saya tetap cinta dia,” ujar Delong.
Kabar kematian Dg Rampe, baru diketahui Delong pada hari Selasa kemarin. Diapun langsung ke rumah korban di Maros.
Namun karena belum diambil dari Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Delong dan keluarga lainnya mendatangi Polsek Mandai. Mereka meminta izin untuk menjemput jenazah istrinya untuk dibawa pulang ke rumah duka.
Diapun tak bisa menyembunyikan rasa sakit hatinya, karena yang membunuh korban adalah pacar ponakannya sendiri. ”Jika seandainya saya diberikan kesempatan untuk membalas, saya juga akan menghabisi nyawanya,” geram Delong. (ari/rus/c)
”Biar Istri Keempat, Saya Tetap Cinta”
×

