pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pansus Pencari Aset Diteror dan Diancam Dibunuh

MAKASSAR, BKM — Panitia Khusus (Pansus) Pencari Aset yang dibentuk oleh DPRD dan Pemerintah Kota Makassar mendapat teror dari orang yang tak dikenal. Kuat dugaan, orang yang sering meneror itu adalah oknum pengusaha properti di Makassar yang menguasai lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos). Mereka tidak setuju dan tak mendukung terbentuknya pansus tersebut.
Ketua Pansus Pencari Fasum-Fasos, Abdul Wahab Tahir, mengakui dalam sehari dirinya tidak henti-hentinya diteror oleh orang yang tak dikenalnya, baik melalui telepon maupun pesan singkat. Isinya berupa ancaman kepada anggota pansus.
“Sampai sekarang saya masih diteror. Bahkan dalam sehari itu pesannya bisa sampai sepanjang hari. Belum lagi telepon yang terkadang empat sampai lima kali dalam sehari,” ungkapnya saat ditemui di DPRD Makassar, Selasa (24/5).
Wahab yang juga Ketua Komisi A DPRD Makassar, mengatakan ancaman yang dilayangkan setiap hari terhadap dirinya kian intens dilakukan pelaku. Selain mengancam akan membunuh, teror tersebut juga berisi penghinaan.
”Untuk saat ini saya menganggapnya masih biasa-biasa saja, jadi tidak perlu direspons. Saya tidak mau tanggapi serius. Kita lihat saja sejauh mana mereka bisa bertahan melakukan ancaman seperti itu,” tegas Wahab.
Legislator Partai Golkar ini kemudian menunjukkan pesan singkat berisi yang dilayangkan kepadanya. ”Wahab, kamu jangan sok jadi pahlawan yah berani-berani lawan kami. Kamu itu bukan apa-apa, jadi jangan sok jadi pahlawan kesiangan,” begitu isi pesan singkat di handphone Wahab yang diperlihatkan kepada BKM, kemarin.
Itu baru satu pesan yang diterima Wahab. Masih ada beberapa teror serupa yang didapatkannya. Bunyinya kadang tidak sama dan dikirim dari nomor yang berbeda pula.
”Saya simpan saja semua. Saya tidak laporkan, karena saya anggap tidak serius. Nanti jika main fisik atau semacamnya baru ditindaki,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wahab mewanti-wanti oknum pejabat di Pemkot Makassar yang coba bermain-main dengan pengembang. ”Pejabat jangan coba main-main. Kalau ada yang berani main-main, kita segera tindaki,” tegasnya.
Diakui Wahab, belakangan ini ia bersama beberapa anggota pansus lainnya menghadapi tantangan baru untuk membuktikan perbuatan tidak terpuji para pemodal, khususnya pengembang.
”Saat ini kami harus berjuang bersama seluruh anggota pansus untuk melawan orang yang ingin menggagalkan pencarian aset,” katanya.
Sejauh ini, penebar teror itu belum berani menampakkan diri, seperti menyebutkan nama dan alamat yang lengkap. Adapun isi ancaman yang diterima selama ini lebih pada kekhawatiran aset yang dikuasai akan diambil paksa.
“Isi pesan singkatnya juga agar saya berhati-hati dalam bekerja jika tidak ingin celaka,” ujarnya
Dari awal Wahab sudah memprediksi ancaman seperti ini akan datang terhadap dirinya dan anggota pansus lainnya. Sebab banyak pengusaha properti ternama serta pengembang yang belum menyerahkan aset ke pemerintah kota. Mereka kemudian melakukan manuver dan lobi kepada oknum tertentu yang dianggap dapat mengendalikan DPRD.
”Tapi apapun ancaman yang ada, kami tidak akan mundur. Bagi kami, mundur adalah sebuah penghianatan pada rakyat dan negara. Kami yang ada di pansus sebanyak 25 anggota DPRD akan melanjutkan pansus ini hingga tuntas,” kuncinya.
Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Makassar, Erwin Syafruddin Haiya menegaskan, hingga saat ini pemkot masih melakukan pendataan dan mengusulkan sejumlah lokasi milik pemkot ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk disertifikatkan. Langkah tersebut ditempuh untuk mempertahankan dan memperkuat posisi aset pemkot.
”Tahun lalu kita sudah usulkan ke BPN untuk disertifikatkan,” kata Erwin, kemarin.
Hanya saja, Erwin tidak mengetahui secara detail fasum dan fasos milik Pemkot Makassar, baik yang telah memiliki sertifikat maupun yang masih dalam proses disertifikatkan. (ita-arf/rus)



×


Pansus Pencari Aset Diteror dan Diancam Dibunuh

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar