KASIH ibu sepanjang masa. Itulah yang ditunjukkan Irianti Arifin. Ia kini memperjuangkan hak kedua anaknya yang telah ditelantarkan oleh bapaknya, yang tak lain mantan suami Irianti.
Laporan: Ishak Mappelawa
DI sebuah warung kopi (warkop) Jalan Abdullah Dg Sirua, seorang wanita yang mengenakan penutup kepala tampak diam terduduk. Sesekali dia memainkan handphone di tangannya.
Dia adalah Irianti Arifin. Ibu dua anak ini pernah menjalin rumah tangga dengan Andi Panca Karsa, salah seorang putra mantan Bupati Takalar, Zainal Abidin.
Kepada wartawan, dia mengaku telah melaporkan mantan suaminya itu. Panca Karsa diadukan karena telah menelantarkan dua buah hatinya, masing-masing ARS (12) yang saat ini masih duduk di bangku kelas VI SD, dan adiknya ARC yang berusia 10 tahun.
Irianti dan Panca Karsa bercerai tahun 2008 lalu. Kedua anaknya kemudian tinggal bersama sang ibu.
Sejak berpisah, mantan suaminya hanya memberi nafkah selama setahun kepada kedua buah hatinya. Padahal dihadapan pengadilan saat berlangsung sidang perceraian, Panca Karsa menjanji akan memberikan biaya hidup kepada anaknya sebesar Rp5 juta setiap bulannya.
”Yang sangat saya sayangkan, menanyanakan keberadaan anaknya saja tidak pernah ia lakukan. Apalagi memberinya biaya hidup,” kata Irianti, kemarin.
Merasa mantan suaminya telah ingkar janji, Irianti kemudian melapor ke Polres Gowa dengan nomor laporan: LP.B/112/II/2016/SPKT Res Gowa. Pelaporan tersebut terkait penelantaran anak.
”Saya melapor karena tidak pernah ada lagi perhatian dari seorang bapak kepada kedua orang anaknya. Selama ini psikologi anak saya terganggu. Mereka biasa tiba-tiba menangis dengan sendirinya. Saya tahu kedua anak saya itu butuh perhatian dari bapaknya,” tuturnya sedih.
Hanya saja, sejak Irianti melaporkan mantan suaminya ke Polres Gowa tanggal 4 Februari 2016, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari kepolisian.
”Yang saya kesal, karena sudah empat bulan laporan tapi belum ada sikap dari penyidik Polres Gowa,” kesalnya.

