MENGENAKAN busana yang menarik dan nyaman saat beribadah bisa mendatangkan nikmat tersendiri. Selain tentu saja akan meningkatkan rasa percaya diri dalam beribadah. Tentu saja bukan dalam rangka riya’.
Laporan: RAHMAWATI AMRI
PERKEMBANGAN mode terus terjadi dari tahun ke tahun. Bukan hanya pada busana, tapi juga pada perlengkapan salat.
Untuk mukena misalnya, jika dulu modelnya monoton berwarna putih tanpa corak, saat ini variasi pilihan lebih beragam. Ada mukena yang sambung dengan rok. Semua tergantung minat dan kesukaan masing-masing.
Salah seorang pemilik butik di Makassar, Hana mengatakan, sekarang kaum muslimah sudah bebas dalam memilih model dan bahan mukena. Berbagai macam corak dan model menarik ditawarkan. Ada yang disebut mukena bali, mukena katun Jepang dan beragam lagi.
Namun, ungkap wanita cantik berjilbab ini, yang terlaris masih tetap mukena yang sederhana, tidak terlalu banyak corak dan yang terpenting bahannya menyerap keringat dan nyaman digunakan.
“Mukena kan digunakan untuk ibadah, otomatis kekhusyukan yang dikejar. Tentunya orang cari yang nyaman digunakan. Soal model atau corak, itu tergantung dari selera masing-masing,” jelas Hana.
Begitu juga dengan baju koko. Seiring waktu, berbagai model dan corak ditawarkan. Namun, kata Hana, untuk model baju koko, biasanya masyarakat berkiblat atau mencontoh publik figur yang mengenakan.
Dia memberi contoh, ketika almarhum Ustad Jefry Al Buhkari (Uje) masih hidup. Almarhum kerap mengenakan baju koko yang modis dengan bordiran. Masyarakat pun banyak mencari baju koko model seperti itu.
Saat ini, baju koko sudah dibuat mengikuti perkembangan dan suasana. Bukan hanya sekadar digunakan beribadah, melainkan untuk acara-acara semi formal seperti akikah dan sebagainya.
“Sehingga ada yang disebut baju koko casual, modern dan lainnya,” ungkap Hana.
Kaum muslimin cukup memilih baju koko dengan aneka ragam dan corak sesuai kebutuhannya. (*/rus)

