pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bolak Balik EO

BAGI sebagian orang, bangku kuliah menjadi titik awal meniti karir. Dari situ ia kemudian terbentuk untuk menentukan masa depannya.
Seperti itulah yang dilakoni perempuan berparas cantik ini. Namanya Navisha Mardhatillah S. Lahir di Makassar 31 Agustus 1992.
Sejak duduk di bangku kuliah, Navisha sudah sering terjun dan bergelut dengan dunia entertainment. Bahkan dia berani menentukan pilihan untuk berkarir pada dunia even organizer (EO) di Makassar.
”Pas waktu kuliah di Jakarta, pertama kali terjunnya ke media. Dari situ kemudian coba terjun ke EO. Terus balik lagi ke media. Juga sempat gabung di perhoteln. Sekarang di EO lagi. Jadinya bolak balik EO,” ujarnya sambil tersenyum ketika ditemui beberapa waktu lalu.
Anak kedua dari tiga bersaudara buah cinta pasangan Dr Ir H Sudirman Numba,MS dan Hj A Fitriani Chalid SE,MSi ini awalnya ingin menjadi seorang world traveller. Namun keinginan tersebut belum sepenuhnya bisa terpenuhi. Hingga kini Navisha baru bisa berkeliling sebagian Indonesia berkat pekerjaan yang digelutinya.
”Ya… walaupun belum sempat traveling keliling dunia, tapi minimal karena pekerjaanku sekarang bisa beberapa kalilah kunjungi beberapa kota dan luar negeri,” ujarnya.
Hobi mendengar musik, ngopi dan suka ikan pallumara ini, Navisha banyak bercerita tentang pekerjaannya. Karena kecintaannya terhadap media, ia pernah menggeluti dunia ini selama lima tahun lamanya.
Kini pekerjaan Navisha sebagai event maker dan promotor. Dengan dobel job, bisa dibilang dalam sekali kerja ia dapat menghasilkan dua sekaligus.
”Waktu di media sih aku sebagai sebagai account executive (AE) dan marcomm (marketing communication). Dua desk job yang bertolak belakang. Satu cari duit, satunya lagi habiskan duit. Jadi, mesti balance time managing dan juga hasilnya,” bebernya.
Ada banyak suka dan duka yang didapat Navisha selama menggeluti dunia EO, marketing radio, announcher, PR hoten dan media relation.
“Paling banyak waktu yang terbuang di luar. Ninggalin keluarga. Tapi kalau dinikmati, capeknya tidak terasa. Paling setelah even selesai, baru terasa,” ujarnya. (ita/rus)



×


Bolak Balik EO

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar