pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Minta Pesawat Dikirim Sebelum Terserang Stroke

INNA lillahi wainna ilaihi rajiun. Awan duka menyelimuti jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa. Seorang pamongnya yang penuh dedikasi telah berpulang ke rahmatullah.

Laporan: Saribulan

TELAH 12 tahun lamanya H Idris Faisal Kadir Dalle,SH menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Olahraga dan Pemuda (Dikorda) Pemkab Gowa. Di usianya yang ke-52, ia mengembuskan nafasnya yang terakhir.
Pencetus Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) ini berpulang ketika melaksanakan tugas di Bali. Ia tiba-tiba terserang stroke dan dinyatakan meninggal dunia, Minggu (5/6) pukul 07.46 Wita.
Bersama sejumlah kepala SKPD Gowa, seperti Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah, H Indra Setiawan Abbas dan Kadis Perindag, Taufik Mursad, almarhum mendampingi Bupati, Adnan Purichta Ichsan melakukan kunjungan kerja ke Pulau Dewata.
Sesaat setelah terkena stroke, Idris sempat dirawat di RSU Jimbaran, Bali. Namun kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit lain di Bali yang setara dengan RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Namun Tuhan berkehendak lain. Meski telah mendapat bantuan medis, Idris akhirnya berpulang untuk selama-selamanya ke haribaan Sang Pencipta.
”Pak Bupati dan Pak Ichsan (Yasin Limpo) juga ada di sini (Bali). Mereka semua memang sedang mengikuti kegiatan dinas disini,” tutur Imran Kadir Dalle, adik kandung Idris yang dikonfirmasi via telepon selularnya, kemarin pagi.
Ia meninggalkan seorang istri, Hj Andi Irwati dan dua orang putri, masing-masing Andi Nurhaliza dan Andi Nurhaziza yang masih duduk di bangku SMA dan SMP. Andi Irawati langsung terbang ke Bali bersama Imran sesaat setelah menerima kabar duka tersebut.
Lewat program SKTB yang dicetuskannya, tidak ada lagi istilah siswa di Kabupaten Gowa yang tinggal kelas ataupun tidak lulus ujian nasional. Jika ada yang dinyatakan tidak lulus UN untuk tingakt SMA misalnya, mereka tetap diperbolehkan mendaftar di perguruan tinggi. Nanti tahun berikutnya siswa tersebut kembali mengikuti UN.
Demikian pula siswa SMP, semuanya lulus dan bisa lanjut SMA. Kalaupun ada yang tidak lulus pada mata pelajaran tertentu, mereka dipersilakan mengulang pada tahun berikutnya.
Begitu pula siswa lain yang naik kelas. Tak ada satupun yang tinggal kelas. Mata pelajaran yang tidak dilulusinya, akan diberikan remedial.
Program yang telah dilaksanakan di Kabupaten Gowa selama dua tahun ini, bahkan mulai diadopsi sejumlah daerah lain di Sulsel. Malah, banyak daerah lain di luar Sulsel yang datang ke Gowa untuk melakukan studi banding terkait program SKTB.
Sejumlah pejabat Gowa dan kolega almarhum, menyebut Idris sebagai sosok yang suka guyon dan melucu. Tidak heran jika tak ada satupun dari mereka yang merasakan adanya firasat tertentu, kalau lelaki yang setia merawat rambut putihnya itu akan meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.
Kesehariannya yang suka membanyol jika bertemu dengan siapa saja, baik kalangan pejabat maupun wartawan dan pegawai, membuat Idris banyak dikenal. Ia bahkan termasuk pejabat yang cukup populer.
Selama ini, Idris diketahui punya riwayat penyakit asam urat. Namun pejabat yang selalu menjaga penampilannya itu tidak pernah serius menghadapi sakitnya yang datang sewaktu-waktu.
Sebelumnya, Ia pernah dirawat di rumah sakit di Makassar, namun kondisinya selalu cepat membaik. Tapi serangan stroke yang dialaminya di kamarnya saat berada salah satu hotel, telah membuat nyawanya tak terselamatkan.
Rama Muntu, ajudan yang selama ini mendampingi Idris, menceritakan bahwa sebelum almarhum mengalami stroke, bosnya itu meneleponnya dari Bali pada malam hari. Tepatnya Jumat (3/6) malam.
Sebagai ajudan, Rama menganggap perintah apapun dari bosnya merupakan hal biasa. Karenanya, tidak ada satupun firasat ketika Idris menelpon dirinya Jumat malam itu.
“Bapak (Idris) pada Jumat malam menelpon saya. Beliau tanyakan pesawat mainan yang telah dia beli beberapa hari lalu. Beliau bilang, Rama masih adaji itu pesawat di dalam mobil? Saya jawab; adaji puang. Mau diapa itu pesawat puang? Terus bapak bilang kirimka itu pesawat. Tapi baru saja saya jawab mau dikirim ke mana puang, dimana alamat yang akan dituju, beliau sudah tidak menjawab telpon itu sampai putus sambungan. Tapi saya tidak anggap itu firasat, karena selama hidup beliau kerapji begitu modelnya kalau ada yang ditanyakan. Ternyata itu perintah terakhir kepada saya,” tutur Rama saat dihubungi BKM via ponselnya, Minggu (5/6) sore.
Diceritakan Rama, bahwa ada dua pesawat yang sebelumnya dibeli oleh Idris. Satu pesawat untuk dijadikan hadiah bagi putra bungsu Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan pada 1 Juni lalu. Hadiah untuk Arya sudah diberikan saat pesta di Restoran Bambooden, Makassar.
Tapi satu pesawat lagi tidak diapa-apakan oleh Idris. Pesawat maina n itu hanya disimpannya di mobil DD 64 B yang merupakan kendaraan dinasnya. “Saya tidak tahu itumi mungkin firasat yang disampaikan oleh beliau,” kata Rama, yang kemarin sore sementara berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar untuk persiapan penerbangan jenazah H Idris Faisal Kadir.
Rama sendiri terbang ke Bali bersama Hj Andi Irawati dan dua putri Idris. Turut bersamanya adik Idris yang juga staf di kantor Dinas Pendidikan Olahraga Pemuda Gowa, Imran Kadir Dalle dan sejumlah keluarga.
Rombongan istri Idris terbang ke Bali, Jumat subuh begitu dikabari jika suaminya terserang stroke dan dirawat di ICU RSU Jimbaran, Bali. Pada hari Sabtu, Idris kemudian dipindahkan ke rumah sakit lain. Di rumah sakit inilah, Wakil Ketua PMI Sulsel itu mengembuskan nafas terakhirnya.
Jenazah almarhum diterbangkan dari Bandara Ngurah Rai, Bali menuju Makassar, kemarin sore. Selanjutnya disemayamkan di rumah duka Kompleks Bukit Baruga, Antang.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di pekuburan keluarga di Pa’bangngiang, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa berdampingan dengan pusara ayahandanya H Abd Kadir Dalle. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan hari ini, Senin (6/6). (*/rus)



×


Minta Pesawat Dikirim Sebelum Terserang Stroke

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar