pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Korban Hangus di Kos Diketahui dari Sisa Baju BNI

MAKASSAR, BKM — Korban jiwa dalam kebakaran Toko Forum 21 Jalan Rappocini bertambah satu orang. Aparat Polsek Rappocini bersama Tim Labfor Polda Sulsel yang datang ke lokasi kejadian, menemukan lagi satu korban tewas.
Kondisinya sangat memprihatinkan. Badannya hangus menghitam dan tak bisa dikenali. Jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Senin dinihari (6/6) pukul 01.30 Wita.
Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui berjenis kelamin perempuan. Tim DVI Polda Sulsel langsung melakukan pemeriksaan ante morten dan post mortem guna mengetahui siapa wanita yang merupakan korban tewas kedua dalam peristiwa itu.
Dokter Forensik Polda Sulsel, Kompol Eko Yunianto mengaku kesulitan untuk mengidentifikasi identitas korban. Sebab, saat berhasil dievakuasi dari lokasi kebakaran, sekujur tubuhnya dalam kondisi hangus.
”Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban untuk mengetahui identitas keseluruhannya,” ujar Kompol Eko, kemarin.
Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam, akhirnya identitas korban berhasil diketahui. Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Sulsel merilis hasil identifikasi jenazah.
”Korban bernama Reski Chaeruni, karyawati Bank BNI,” kata Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Raden Harjuno didampingi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera, kemarin.
Dijelaskan, data gigi ante mortem dan post mortem berkesesuaian, yakni satu gigi geraham hilang dan ada bekas tanda-tanda pemakaian kawat gigi.
“Jadi kita ketahuinya melalui ciri-ciri korban. Di tubuhnya masih melekat sisa baju berlogo BNI. Selain itu, ada satu gigi geraham korban yang hilang,” kata Harjuno.
Selain itu, kesesuaian lain juga, yakni tahi lalat di cuping hidung kanan. Juga postur korban yang agak gemuk dengan berat badan 67 kg dan tinggi 155 cm.
“Di tubuh korban hampir seratus 100 persen terbakar. Namun masih meninggalkan tanda-tanda yang bisa dikenali,” ujarnya
Setelah dimandikan, jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga. Ayah korban, Iwan Maqbul mengatakan jenazah akan langsung dipulangkan sore ini dan dikebumikan.
“Rencana malam baru akan dimakamkan di Pemakaman Umum Sudiang,” kata Iwan.
Ayah korban yang datang ke Rumah Sakit Bhayangkara, mengaku terakhir kali ia bertemu dengan anak pertamanya tersebut pada hari Sabtu dua pekan lalu. ”Terakhir kali melihat anakku itu pada Sabtu pekan lalu. Resky anak saya yang paling tua. Dia sempat datang ke rumah untuk merencanakan berwisata di Bantimurung saat itu kepada kami semua,” jelas Iwan sedih.
Pada Sabtu sebelum peristiwa maut itu terjadi, ibu korban kembali menghubungi Reski. Keduanya kembali membicarakan rencana berwisata ke permandian alam Bantimurung.
”Namun anak saya itu mengatakan tidak bisa memenuhi ajakan ibunya, dengan alasan capek setelah bekerja. Padahal sebelumnya dia yang lebih dulu mengajak keluarga untuk ke Bantimurung,” beber Iwan lagi.
H Alimuddin A (55), paman korban, mengaku ponakannya itu belum lama indekos di Jalan Rappocini. Ponakannya itu bekerja sebagai pegawai bank di bilangan Jalan Pengayoman.
“Ponakanku ini baru saja kos-kosan di Jalan Rappocini. Itupun dia memilih wilayah Rappocini karena dekat dari tempat kerjanya, yakni Bank BNI Jalan Pengayoman,” terangnya.
Belum lagi hilang rasa duka akibat kebakaran di Toko Forum 21, peristiwa serupa kembali terjadi pada Minggu (5/6) sekitar pukul 15.00 Wita. Kali ini berlangsung di Jalan Pelita Raya IV Lorong III, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini.
Kejadian ini menghanguskan 14 unit rumah milik warga. Informasi yang diperoleh, api bermula dari dapur rumah warga bernama Hj Nur Intang.
Saat itu pemilik rumah sedang memasang. Setelah itu ia meninggalkan dapur saat adzan salat Ashar. Tiba-tiba terlihat gumpalan asap disertai api yang begitu cepat merembet ke rumah warga lainnya.
Salah seorang warga, Hj Diana (65) mengaku melihat asep tebal dari rumah kontrakan yang terdiri dari lima petak itu. Dalam keadaan panik, diapun langsung berteriak memanggil warga sekitar. Warga yang datang berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya.
”Api begitu cepat merembet ke rumah warga lainnya, karena proses pemadaman dilakukan oleh warga dengan peralatan seadanya,” kata Hj Diana.
Ketua RW1/RT IV Kelurahan Ballaparang, Abd Azis Taba menyebutkan, api berasal dari dapur rumah Hj Nur Intang. ”Saat adzan, pemilik rumah langsung ke masjid untuk salat Ashar. Padahal dia sementara memasak di dapur,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi, berhasil menjinakkan api sekitar pukul 18.00 Wita. Hanya dalam tempo tiga jam mengamuk, si jago merah meluluhlantakkan 14 rumah warga. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.
Mereka yang kehilangan rumah akibat peristiwa ini, yakni Hj Nur Intang, Bungalia, Syamsuddin Dg Raja, Hamsiah, Sultan, Dg Saba, Halim Dg Nyarang, H Udin Dg Ngalle, Syamsul Bahri, Rabani, Sitti, Dg Nau dan Nahrawi.
Kapolsek Rappocini, Kompol Muari mengkonfirmasi, dugaan sementara kebakaran ini dipicu api yang berasal dari kompol salah seorang warga. Pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain itu, juga mengambil keterangan saksi-saksi guna kepentingan penyelidikan.
”Dugaan sementara, kompor meledak saat pemilik rumah meninggalkan rumah. Ketika itu kompor menyala dan dipakai untuk memasak. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi,” kata Muari. (ish/rus)




×


Korban Hangus di Kos Diketahui dari Sisa Baju BNI

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar