pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sukacita di Tiga Hari Terakhir Ramadan

BAGI umat Muslim, Ramadan selalu punya cerita yang selalu membawa kita untuk selalu merindukan kedatangannya. Begitu juga dengan orang nomor satu di provinsi ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Laporan: Rahmawati Amri

BAGI Syahrul, tidak ada bulan seindah Ramadan. Bulan penuh berkah ini punya tempat khusus di hati Sang Komandan.
Di saat-saat seperti ini dirinya bisa bersama-sama keluarga duduk makan sahur dan saling memberi perhatian satu dengan yang lain.
“Bulan Ramadan menjadi tempat yang secara khusus keluarga bertemu, saling berbagi antara anak, istri dan suami,” ujarnya.
Dia menilai, Ramadan bukan sekadar rutinitasi religi atau keagamaan yang terulang setiap tahun. Namun lebih dari itu. Banyak keajaiban bisa terjadi di bulan penuh berkah ini.
Orang tua yang jarang duduk berhadap-hadapan di meja makan saat waktu makan tiba, kini punya waktu itu.
Dia berujar, selalu ada rasa damai yang mengalirkan kesejukan di dalam relung hatinya ketika memasuki bulan Ramadan. Rasa damai itu mengalir dengan sendirinya tanpa dibuat-dibuat. Perasaan damai itu juga seolah berbisik untuk bisa lebih meningkatkan ibadah dan berbuat kebajikan. Apalagi, Allah telah menjanjikan pahala berlipat-lipat ganda ketika kebaikan itu dilakukan saat Ramadan.
Bulan penuh berkah ini juga harus dijadikan momen untuk saling memaafkan. Menebus salah melalui ibadah-ibadah serta meminta pengampunan.
Banyak pengalaman berkesan yang tersimpan dalam memorinya terkait Ramadan. Salah satu yang selalu disambutnya dengan sukacita adalah, tiga hari terakhir Ramadan. Saat itu seluruh keluarga besar Yasin Limpo akan berkumpul. Momen itu dipergunakan untuk menjalin silaturrahmi dan lebih mempererat kekerabatan. Sangat jarang ditemukan momen keluarga besar Yasin Limpo berumpul bersama-sama karena mereka punya kesibukan masing-masing.
Sehingga momen pertemuan itu dipergunakan untuk saling menyampaikan isi hati masing-masing. Disiapkan tempat seperti panggung untuk siapa saja keluarga Yasin Limpo untuk berorasi.
“Disitu anak-anak bisa menyampailan apa yang dia suka dan tidak,” ungkapnya.
Begitu juga jika ada yang ingin menyampaikan kritik terhadap salah satu anggota keluarga, disitulah momen yang paling tepat.
Model yang diterapkan keluarga besar Yasin Limpo itu mencerminkan betapa demokratisnya keluarga tersebut. Pendapat setiap anggota keluarga dihargai. (*/rus)



×


Sukacita di Tiga Hari Terakhir Ramadan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar