pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Desain Berubah, Underpass Simpang Lima Lambat

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek underpass Simpang Lima Tol-Bandara, Rabu (8/6). Sidak yang dilakukan di tengah terik matahari ini untuk memastikan apakah megaproyek tersebut berjalan sesuai rencana atau on schedule.
Ternyata, Syahrul menemukan ada keterlambatan yang disebabkan beberapa faktor. Termasuk pembebasan tiga bidang lahan yang lamban penyelesaiannya.
“Peninjauan ini merupakan rutinitas pemerintah. Untuk melihat akselerasi proyek di bulan ramadan,” kata Syahrul.
Diapun meminta Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI untuk lebih menggenjot pengerjaan underpas ini dan mengejar ketertinggalan yang ada. Berdasarkan laporan BBPJN, kata Syahrul, salah satu penyebab keterlambatan adalah perubahan desain.
“Kami berharap proyek ini dalam kondisi on schedule, sehingga bisa selesai tepat waktu, yakni sekitar Juni 2017,” kata Syahrul.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Underpass Simpang Lima, Marlin Ramli mengatakan,
hingga saat ini progress pelaksanaan di lapangan pada posisi 26 persen. Dia mengakui memang ada sedikit keterlambatan proyek. Kendalanya, selain seperti yang telah dikemukakan gubernur yakni adanya perubahan desain, pelaksana proyek juga harus menyelesaikan pembebasan lahan tiga bidang yang cukup pelik.
“Tapi Alhamdulillah sudah clear,” kata Marlin.
Saat ini, kontraktor pelaksana kegiatan sementara menunggu proses rigid, terutama yang ke arah Maros. Setelah itu, jalan akan ditutup karena akan dilakukan pengeboran.
Jika pekerjaan sudah dilakukan, lalulintas akan diarahkan di kiri kanan jalan baru. Selain itu, aktifitas pengeboran (borpile) terus dilakukan pemancangan tiang-tiang underpass.
Berbeda dengan beberapa proyek infrastruktur yang tahun ini mengalami pemangkasan anggaran, pembangunan underpass tetap bisa dilaksanakan tanpa kendala keuangan. Malah, proyek tersebut mendapat suntikan dana sebesar Rp25 miliar.
Tahun ini, underpass mendapat alokasi sebesar Rp50 miliar. Dengan tambahan Rp25 miliar tersebut, itu berarti tahun ini total alokasi APBN untuk underpass sebesar Rp75 miliar.
Kepala Bidang Pelaksanaan Jalan BBPJN VI, Shafwan HR mengatakan, tambahan tersebut akan dimasukkan dalam APBN perubahan tahun ini.
“Proyek ini jadi prioritas, makanya anggarannya ditambah,” ujar Shafwan. (rhm/rus)




×


Desain Berubah, Underpass Simpang Lima Lambat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar