pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pisang Ijo, Bikandoang dan Kroket Jadi Menu Wajib

BAGI seorang Adnan Purichta Ichsan, ramadan adalah bulan penuh suka cita. Banyak hikmah yang diperolehnya ketika bulan suci ini dijalaninya. Tentunya, keakraban dengan keluarga besar HM Yasin Limpo menjadi inspirasi besar yang tak terhingga.

Laporan: Saribulan

ADNAN Purichta Ichsan merupakan anak kedua dari empat bersaudara buah hati pasangan H Ichsan Yasin Limpo-Hj Novita Ichsan. Saat ini, Adnan menjabat sebagai Bupati Gowa. Sebelum memimpin di tanah leluhurnya ini, pria kelahiran 1986 itu tercatat sebagai anggota DPRD Sulsel.
Menjadi bupati di daerah yang sebelumnya dipimpin oleh ayahnya, Ichsan Yasin Limpo, Adnan lebih memperbanyak silaturahmi dengan rakyatnya. Terkhusus di bulan ramadan ini.
Menurut Adnan sesaat menuju Kecamatan Biringbulu untuk melakukan kunjungan safari Ramadannya, Jumat (10/6) sore, hal yang paling menjadi kerinduannya adalah kumpul bersama-sama rakyat di seluruh kecamatan.
“Saya selalu merindukan bersilaturahmi, dan itu saya jalankan sekarang. Saya juga selalu rindu salat tarawih berjamaah. Makanya, saya tidak pernah putus menjalankannya,” ujarnya.
Selama menunaikan ibadah puasa, Adnan mengaku mendapatkan hikmah dan hidayah yang sungguh luar biasa. Perjalanan safari ramadannya mampu menjawab segala kerinduannya untuk bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama-sama rakyat di wilayah terpencil. Baginya, itu suatu kenikmatan tiada tara.
Kesiapannya untuk beribadah di bulan ramadan ini jauh lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya. ”Kenapa? Karena di bulan suci ini semua umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan amal ibadahnya. Tentu saya pun demikian. Saya lebih memperbanyak ibadah dengan melakukan pendekatan kepada Allah SWT dan kepada sesama. Buka puasa bersama atau salat berjamaah menjadi hikmah tersendiri,” terangnya.
Disinggung soal tradisi berkumpul keluarga besar HM Yasin Limpo, menurut Adnan, dulu ketika kakeknya itu masih hidup, seluruh keluarga, termasuk para cucu seperti dirinya wajib ikut berbuka puasa, salat tarawih hingga sahuran bersama pada tiga malam pertama. Seluruh cucu wajib menginap di kediaman kakek neneknya itu di Jalan Haji Bau, Makassar.
“Itu menjadi wajib pada hari ketiga pertama dan empat hari terakhir puasa. Setelah kakek tiada, kami semua tetap melaksanakannya namun hanya pada tiga hari pertama dengan berbuka puasa bersama dengan semua bersepupu, orangtua, om dan tante,” katanya.
Bagaimana dengan menu berbuka puasa? Adnan menyebut, makanan favoritnya saat berbuka adalah pisang ijo, bikangdoang (bakwan) dan kroket. Makanan yang tergolong murah itu, diakui Adnan menjadi sumber energi bagi dirinya. Tidak heran, jika jenis makanan tersebut tidak ada saat ia berbuka kurang lengkap rasanya.
Saat bincang-bincang di lobi kantornya akhir pekan lalu, tak disangka Bupati Gowa itu langsung memperlihatkan makanan yang dibawanya. Dia pun meminta ajudannya mengambil satu dos bikandoang dan memperlihatkan langsung kepada BKM.
“Nah, ini salah satu makanan favorit saya yang wajib ada,” katanya sembari membuka penutup dos kue, dan terlihatlah deretan bikandoang itu.
Ditanya soal ‘ritual khusus’ yang dilakukannya selama ramadan, Adnan langsung menyebut salat tahajjud.
“Kalau di luar bulan ramadan, tahajud saya terputus-putus alias tidak rutin. Karenanya, selama ramadan ini menjadi rutin meski hanya pada setiap malam ganjil. Malam genap belum. Saya terus bermohon kepada Allah agar kehidupan masyarakat Gowa mendapat berkah dan ridha-Nya, sehingga berujung pada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk keimanan dan ketakwaan masyarakat Gowa semakin kuat dan kokoh. Amin…,” kuncinya. (*/rus)



×


Pisang Ijo, Bikandoang dan Kroket Jadi Menu Wajib

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar