SOPPENG, BKM — Manusia boleh berencana, namun Allah jualah yang menentukan. Seperti itulah yang dialami siswi SMP Negeri 5 Marioriawa, Kabupaten Soppeng ini.
Musdalifa Fitri (16), warga Dusun Bera, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa menemui ajal dengan cara yang tragis. Ia meninggal di lokasi kejadian sesaat setelah mengalami kecelakaan lalulintas di depan sekolahnya, Kamis (16/6).
Saat kejadian, korban berboncengan dengan seorang temannya hendak menuju ke sekolah untuk mengambil Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU). Musdalifa yang telah lulus SMP rencananya akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. SKHU itu akan dipakai untuk mendaftar SMA.
Namun Tuhan berkehendak lain. Ketika berbelok masuk ke sekolahnya, tiba-tiba dari arah belakang motor Yamah Mio Sporty warna merah yang dikendarainya ditabrak sebuah mobil pick up warna putih.
Alan (45), salah seorang saksi mata menuturkan, ketika ditabrak korban langsung terlempar ke pinggir jalan dalam keadaan miring. Sementara teman yang diboncengnya terlempar di tengah jalan.
”Setelah diperiksa, ternyata korban yang membonceng sudah tidak bergerak lagi. Sementara yang diboncengnya bisa langsung berdiri,” ujar Alan.
Tidak lama kemudian anggota Satlantas Polres Soppeng tiba di lokasi kejadian. Mayat korban dievakuasi ke Puskesmas Batu-batu, dan selanjutnya dibawa ke rumah duka di Bera untuk dikebumikan.
”Selain motor korban, juga ada beberapa motor siswa lain yang terparkir di depan sekolah ikut diserempet. Mobil itu baru berhenti setelah menabrak pager beton sekolah dan merobohkan pagar sepanjang 5 meter,” terang Alan lagi.
Salah seorang kerabat Musdalifa, Tahang yang ditemui tidak jauh dari TKP, mengatakan korban merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Saat kejadian dia bermaksud datang ke sekolahnya untuk mengambil keterangan lulusnya untuk dipakai mendaftar masuk SMA
“Sebagai keluarga, kami sangat sedih. Apalagi bapaknya belum tahu kejadian yang menimpah putrinya. Bapaknya tadi pergi ke pasar dan tidak membawa HP,” kata Tahang dengan nada sedih.
Terpisah, Kepala SMP Negeri 5 Marioriawa, Andi Hasri bersedih atas apa yang menimpa siswinya itu. Ia menyebut Musdalifa sebagai sosok yang ramah dan penurut. Juga suka bergaul dengan sesama teman sekolah dan gurunya.
”Saat ini kami bersama guru sedang melayat di rumah korban dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya,” kata Hasri yang dihubungi melalui telepon selular, kemarin.
Anggota Satlantas Polres Soppeng, Bripka Kamaruddin yang ditemui BKM saat sedang bertugas tidak jauh dari lokasi kejadian, membenarkan adanya peristiwa lakalantas di jalan poros Soppeng-Sidrap itu. Dalam kejadian ini, satu orang meninggal dunia.
”Saat kejadian korban yang mengendarai motor beriringan dengan sebuah mobil Panther pick up. Saat berbelok hendak masuk ke pekarangan sekolah, motor korban ditabrak dari belakang,” terang Bripka Kamaruddin.
Belakangan diketahui, mobil Izusu Panther DD 8840 AV yang menabrak korban dikemudikan Arifuddin, warga Lajonga, Kabupaten Sidrap. (ono/rus/b)
Hendak Ambil SKHU, Siswi SMP Tewas Ditabrak
×

