pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pangdam: Kami Punya Tim Hadapi Kejahatan

HINGGA saat ini Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan masih jalan sendiri dalam memberantas tindak kriminal sadis di jalanan alias begal. Belum ada dukungan dari pemerintah daerah, meski beberapa waktu lalu telah digelar pertemuan dan koordinasi di rumah jabatan Gubernur. Pertemuan ketika itu dalam rangka mengatasi aksi begal yang tengah marak.
Walau jalan sendiri, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menegaskan bahwa pemberantasan begal tetap dilakukan. Tim Satuan Tugas (satgas) Lipu 2016 yang dibentuk, sedikitnya telah menangkap puluhan tersangka begal dan pencurian kendaraan bermotor. Sebagian diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan.
”Untuk saat ini kami masih jalan sendiri dalam mengatasi begal. Satgas Lipu 2016 tengah melakukan tugasnya dengan mengamankan para pelaku tindak kriminal,” kata Frans Barung, kemarin.
Dia kemudian merinci hasil rekap Satgas Lipu 2016 selama dua pekan terakhir. Operasi oleh Tim Resimen Mobile (Resmob) Polda Sulsel ini sisa sepekan berlangsung.
Tersangka yang berhasil ditangkap selama dua pekan Satgas Lipu 2016 bertugas, masing-masing Tony Pramanto alias (23), warga Jalan Kerung-kerung Lorong 12 Nomor 40 Makassar. Juga Abbas (18), warga Jalan Abubakar Lambogo, serta Supriyadi alias Jony (17), warga Rappocini Lorong 1.
Nuardi alias Anwar, warga Jalan Sukaria 13 yang merupakan tersangka begal ditembak oleh polisi. Begitu pula dengan ?Muhammad Yunus (17), warga Jalan Sukaria 1 Nomor 35 dan Amil Salim alias Emil (18, warga Jalan Rappocini Lorong 3, juga ditembak.
Muh Asir Surono (21), warga Jalan Paccinang Raya yang merupakan pelaku begal, juga ditembak. Irsan (26), seorang residivis warga Jalan Kubis, tersangka begal ikut ditembak.
Ilham Renaldi (20), warga Jalan Kemauan 3, pelaku begal di 15 TKP juga ditembak. Aco Jumadi (30), warga Kompleks Santaria Kerung-kerung, pelaku begal di enam TKP ditembak.
Rafik (27), warga Jalan Sali, Kecamatan Sawitto, Kabupaten Pinrang, yang merupakan pelaku pencurian ditembak. Ada pula Asri (22), warga Jalan Ballaparang yang terlibat dalam kasus pencurian dengan enam TKP.
Dandi alias Yoga (22), warga Jalan Sinrijala, Panakkukang nomor 85 dengan dua TKP dalam kasus pencurian. Abd Rahman Nur (49), warga JalanTidung Mariolo, Lorong I Nomor 25A pelaku pencurian dengan cara membobol kaca mobil nasabah, ditembak setelah dua kali melakukan aksinya.
Sukardi Udin alias Conggang (19), warga Jalan Maccini Tengah Lorong 5 Nomor 7 juga ditembak. Ada pula Asruli alias Rulli (24), seorang residivis warga Jalan Bayam.
Sementara pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diamankan, yakni Ismail Jafar, warga Jalan Labu Lorong 1 Nomor 17A, ?Tommy, warga Jalan Sinassara Lorong VI Nomor VII, Aswar alias Ippang (17), warga Jalan Sungai Teko, Kelurahan Konkong, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba dan Ahmad Latulkana (20), warga Jalan Kandea III Lorong 1. Nama yang terakhir beraksi di dua TKP untuk kasus curanmor, dan satu kali aksi begal.
Adapun barang bukti yang disita selama operasi Satgas Lipu 2016, yakni satu unit mobil, lima unit motor, 14 unit HP, satu tablet, lima parang, lima badik, tiga pisau, satu sangkur, 10 anak panah, dua ketapel, dua dompet, satu linggis, dua kunci T, satu kunci roda, enam kunci L, lima obeng dan satu tang.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku telah berkordinasi dengan Polda, Pangdam VII/Wirabuana, muspida dan Wali Kota Makassar untuk bersama-sama memberantas begal.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyatakan pihaknya akan segera mencari sumber-sumber penyebab aksi remaja hingga membegal. ”Saya akan berkoordinasi dengan polrestabes untuk menindaklanjuti instruksi Pak Gubernur,” kata Danny, sapaan akrab Wali Kota.
Dijelaskan pula oleh Danny, untuk menjadikan Makassar lebih aman, pihaknya telah memasang kamera pengintai (CCTV) sebanyak 29 unit. Jumlah tersebut terbilang sangat sedikit dari yang dibutuhkan, yakni 3.000 unit.
”Untuk saat ini sementara dilakukan tender untuk pengadaan CCTV tambahan. Alhamdulillah, meski baru 29 unit kamera yang terpasang, sudah banyak pelaku kriminal di jalanan tertangkap kamera CCTV yang telah dipasang,” terang Danny.
Terkait dengan apotek yang menjual obat-obatan daftaf G, seperti Somadril, Danny berjanji akan memanggil semua pemilik usaha apotek di kota ini. Tindakan tegas akan diambil jika nantinya mereka tetap menjual obat-obatan tersebut.
Terpisah, Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti berjanji akan berkoordinasi dengan Kapolda untuk menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait aksi begal.
”Kami akan berkoordinasi dengan Kapolda terkait penanganan begal ini. TNI dalam persoalan ini hanya memback up. Yang punya kewenangan mengambil tindakan hukum adalah aparat kepolisian,” kata Agus.
Jika nantinya memang pihak TNI dibutuhkan untuk dilibatkan, Pangdam menegaskan siap. ”Kami punya tim dalam menghadapi penanganan kejahatan, seperti teroris. Namun yang terdepan dalam semua itu adalah polisi. Apalagi selama ini, pada jam-jam rawan kami lakukan patroli bersama,” terang Agus lagi.
Terkait permintaan Gubernur kepada TNI untuk bersama-sama turun tangan memberantas begal, Pangdam mengaku menunggu permintaan dari kepolisian. ”Kalau memang ada permintaan dari polisi, kami siap,” tandasnya. (ish/rus)



×


Pangdam: Kami Punya Tim Hadapi Kejahatan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar