pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tembak Sepupu Hingga Tewas Pakai Senpi Tentara

JENEPONTO, BKM — Kejadian ini menjadi pelajaran bagi anggota TNI yang dipercaya memegang senjata api (senpi). Jangan pernah lalai menyimpan senpi, sebab akibatnya bisa fatal.
Di Kampung Bangka-bangkala, Desa Turatea Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto sebuah peristiwa tragis terjadi. Seorang remaja berusia 21 tahun bernama Zaenal meregang nyawa akibat ditembak oleh Bojes (21), sepupunya sendiri.
Kejadian tersebut berlangsung Rabu (22/6) pukul 18.05 Wita.
Peristiwa memilukan ini berlangsung di rumah seorang warga bernama Basri (22). Ketika itu, Basri kedatangan sepupunya bernama Serda Hamdan yang merupakan anggota intel Korem 141 Toddopuli, Bone.
”Sepupu saya, Serda Hamdan ini datang ke rumah bersama Zaenal, juga sepupu saya. Tidak lama kemudian datang juga Bojes ke rumah sambil cerita-cerita,” ujar Basri yang ditemui di kediamannya Kampung Bangka-bangkala, Rabu (22/6) malam.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Serda Hamdan yang ketika itu membawa senpi, berusaha mengamankannya dengan mengeluarkan selongsong peluru dari pistol tersebut. Selanjutnya ia menyimpan senpi itu di atas meja.
Bojes yang datang belakangan ke rumah Basri, kemudian mengambil senpi tersebut. Sambil bercanda, iapun mengarahkan moncong pistol ke arah Zaenal. Bojes mengira pistol tersebut sudah kosong dan tidak ada pelurunya.
Diapun menarik pelatuknya. Dan, dor… pistol tersebut menyalak. Ternyata, sebutir peluru keluar dari pistol tersebut dan menembus dada Zenal. Korban ditembak dari jarak dekat, yaitu hanya sekitar satu meter.
Darah langsung mengucur dari tubuh Zaenal. Sementara Bojes dan Hamdan langsung kabur.
Warga sekitar yang mendengar suara tembakan, langsung berdatangan ke rumah Basri. Disitu ditemukan tubuh Zaenal yang sudah berlumuran darah.
”Warga kemudian berusaha melarikan Zaenal ke Puskesmas Tamalatea. Namun nyawanya sudah tidak tertolong,” ujar Basri sambil mengusap air matanya.
Untuk kepentingan otopsi, mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang, Bontosunggu. Setelah itu dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Kapolres Jeneponto, AKBP Joko Sumarno yang dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa penembakan di Kampung Bangka-bangkala, Desa Turatea. Menurutnya, antara korban dan pelaku masih bersepupu.
”Pelaku menembak korban dengan menggunakan senpi yang diduga milik anggota intel Korem Bone. Korban meninggal sebelum tiba di Puskesmas Tamalatea. Kita sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Selanjutnya korban divisum dan hasilnya sudah kami terima,” terang Joko Sumarno.
Dokter Fathan yang melakukan visum terhadap jenazah korban di RS Lanto Daeng Pasewang, menyebutkan bahwa di tubuh korban terdapat lubang pada bagian dada tembus punggung belakang. Selain itu, juga terdapat luka pada semua jari kaki sebelah kiri, diduga akibat terseret saat korban hendak dibawa ke Puskesmas Tamalatea.
”Kita telah memeriksa dari luar terhadap jenazah korban. Terdapat luka lubang di bagian dada tembus ke bagian punggungnya. Ada pula luka pada jari kaki sebelah kiri, yang diduga akibat terseret saat korban dievakuasi ke puskesmas,” ujar dr Fathan.
Kapolres menambahkan,
Menambahkan, pihaknya mendapat informasi jika pelaku dan pemilik senpi berada di salah satu rumah warga di Bontoramba. Namun setelah dicek, ternyata mereka tidak ada.
”Informasinya, keduanya sudah berada di Makassar. Kita sementara memburu pelaku dan pemilik senpi,” terang Kapolres.
Hingga kemarin, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi terkait insiden ini. Selain itu, juga menempuh upaya persuasif terhadap keluarga korban. Termasuk menurunkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginka.
”Kami juga melakukan koordinasi dengan Sub Denpom Bantaeng untuk pengusutan lebih lanjut,” ujarnya.
Dandim 1425, Letkol Inf Rudi Sandri yang dikonfirmasi, kemarin mengatakan senpi yang dipakai untuk menembak korban telah diamankan di makodim.
”Pemegang senpi sudah menelepon saya dan siap melapor ke aparat penegak hukum, apakah di Makassar atau di Bone. Itu musibah dan sebuah kelalaian,” terang Dandim.
Dikonfirmasi terpisah, Komandan Korem 141/Toddopuli, Kolonel Kav Yotanabey AM.MDef,ST mengakui jika telah terjadi kecelakaan akibat kelalaian anggotanya dan menyebabkam warga sipil meninggal dunia.
“Ini kelalaian dari anggota. Yang bersangkutan sudah ada di kantor. Kita periksa dia dan mintai keterangan,” tandasnya.
Soal pelanggaran disiplinya, kata Danrem, diserahkan ke POM. ”Kasusnya sudah kita tangani sejak awal. Pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga,” jelasnya. (krk-ish-amr/rus)




×


Tembak Sepupu Hingga Tewas Pakai Senpi Tentara

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar