MAKASSAR, BKM — Dua kakak beradik warga Jalan Baji Rupa Dalam, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, menjadi korban penikaman. Iwan (19) dan Bustam alias Aras (22) ditikam di Jalan Nuri Baru pinggir kanal tanggul Patompo, tepat di perbatasan wilayah hukum Polsek Tamalate dan Mamajang, Senin (27/6) sekitar pukul 22.30 Wita.
Pelaku penikaman diduga adalah Sudirman (19), seorang buruh harian, warga Jalan Baji Rupa Dalam. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung kabur.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, saat itu kedua korban sedang berjalan di pinggir jalan. Tiba-tiba dari arah belakang datang pelaku yang membawa senjata tajam jenis badik. Dia langsung menganiaya korban dengan cara memukul dengan tangan, dan selanjutnya menikam menggunakan badik.
Seorang saksi di tempat kejadian perkara (TKP), Raul (17), warga Jalan Nuri Baru kepada petugas, menuturkan bahwa sebelum terjadi penikaman, ia melihat kakak beradik itu berjalan kaki di pinggir kanal Tanggul Patompo. ”Pelaku yang sudah mengikuti kedua korban dari belakang, tiba-tiba menyerang dan memukul Iwan dengan tangan,” terang Raul.
Bustam yang melihat adiknya dipukul, langsung berbalik untuk memberi pertolongan. Melihat hal itu, pelaku mencabut badik dan menikam dada Iwan sebelah kanan.
”Bustam yang terjatuh, juga menjadi sasaran penikaman. Ia ditusuk pada bagian dada sebelah kiri,” jelas Raul.
Mendengar suara ribut-ribut, warga yang tinggal di pinggir kanal tanggul Patompo berdatangan menolong korban dan mencari pelaku. Namun pelaku sudah terlebih dahulu melarikan diri. Selanjutnya kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Lima jam setelah mendapat perawatan medis, nyawa Iwan tak tertolong. Ia meninggal akibat luka tikaman yang dialaminya. Sementara kakaknya, Bustam hingga kemarin masih kritis dan dirawat di RS Bhayangkara.
Personel gabungan fungsi Polsek Tamalate dipimpin Panit II Reskrim, Ipda Sugiman yang menerima informasi adanya peristiwa penikaman itu, langsung mendatangi lokasi. Mereka kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku penikaman.
Pada pagi harinya, Selasa (28/6) pukul 07.15 Wita, Sudirman menyerahkan diri ke Mapolsek Tamalate. Sementara dua rekannya yang diduga ikut membantu pelaku saat kejadian, masih dalam pengejaran. Mereka adalah AC dan AS.
Dalam pemeriksaan polisi, Sudirman mengaku menikam korban. Sebelum kejadian, mereka sempat terlibat adu mulut.
”Jadi sebelum korban ditikam, sempat terjadi adu mulut. Itu karena persoalan sepele. Dipicu permainan kerambol. Mereka sempat berkelahi dan kejar-kejaran. Di lokasi kedua korban ditikam itu memang sangat gelap,” jelas Panit II Polsek Tamalate, Ipda Sugiman, kemarin.
Dari pengakuan Sudirman, diketahui kalau ia dibanu dua orang temannya yang saat ini dinyatakan buron. Saat kejadian, keduanya bukannya melerai pertengkaran, namun terlibat membantu pelaku. Peran keduanya baru bisa diketahui setelah tertangkap.
Wakapolrestabes Makassar, AKBP Humat Sirait bersama anggota Polsek Tamalate mendapat informasi jika warga di Jalan Baji Rupa Dalam berkumpul di rumah korban dan berencana untuk melakukan aksi balasan. Namun Wakapolrestabes langsung menenangkan warga dan keluarga korban. (ish-jul/rus)
Kakak Beradik Ditikam Usai Adu Mulut saat Main Kerambol
×

