pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tak Pernah Bosan Rekreasi di Tanjung Bayam

SUDAH sejak lama Tanjung Bayam menjadi alternatif tempat rekreasi bagi masyarakat, baik warga Kota Makassar maupun dari beberapa kabupaten tetangga. Sampai sekarangpun, lokasi permandian pinggir pantai itu tetap diminati.

Laporan: Arif Alqadri

BANYAK cara yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu liburan di hari raya Idul Fitri. Salah satunya dengan mengunjungi tempat-tempat wisata.
Tanjung Bayam yang berlokasi di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate menjadi salah satu yang ramai dikunjungi. Seperti yang terlihat, Minggu (10/7) siang.
Ratusan orang, mulai anak-anak, remaja hingga yang sudah lanjut usia tumpah ruah di tempat ini. Berbagai wahana hiburan dan atau permainan air yang dikelola oleh penduduka setempat, telah disediakan di sekitar bibir pantai. Diantaranya banana boat, speed boat, ataupun perahu bebek-bebek yang dapat membawa para pengunjung menikmati indahnya laut.
Tidak jauh dari bibir pantai, asap yang timbul dari pembakaran ikan mengepul di sekitar pondokan. Keceriaan dan canda tawa pengunjung terlihat jelas, sembari menikmati makanan yang dibawanya. Ikan bakar menjadi menu favorit mereka.
Para pedagang asongan pun ikut meramaikan pemandangan sesak manusia di Tanjung Bayam. Mereka menjajakan berbagai macam dagangan, seperti es, jagung bakar dan minuman dingin. Hanya bermodal payung hingga keranjang kecil,
Para pedagang seakan tidak pernah bosan menawarkan dagangan yang dijualnya kepada pengunjung yang asyik bermain di sekitar bibir pantai, ataupun hanya duduk santai di teras pondok dan bale bambu.
Astri (35), salah satu pengunjung dari Kabupaten Gowa, mengaku sama sekali tidak pernah merasa bosan berlibur ke Tanjung Bayam. Hampir setiap libur panjang dan lebaran dia bersama keluarganya mengisi waktu liburannya ke Tanjung Bayang.
Dia beralasan, selain biaya untuk berkunjung ke Tanjung Bayam yang cukup terjangkau, kebebasan untuk membakar ikan di pasir pantai sekitar pondok sangat dia sukai.
Meski saat ini sudah banyak tempat wisata yang dengan menawarkan fasilitas dan suasana baru, namun dia serta keluarganya begitu sangat sulit dipisahkan dengan Tanjung Bayam. Sebab, sejak kecil dia mengaku sering diajak oleh kedua orang tuanya untuk liburan ke Tanjung Bayam setiap minggu. Karena itu, Astri dan Tanjung Bayam begitu lekat.
“Sejak dulu saya suka berlibur di Tanjung. Selain biaya murah, kebebasan membakar ikan di sekitar pondok saya sangat suka. Belum tentu ini dapat kita lakukan di pantai lain. Sejak kecil juga saya suka diajak sama ibu ke sini. Itu hampir setiap minggu. Sekarang saya sudah berkeluarga dan punya anak dua. Saya juga mau anak dan suami bersahabat dengan Tanjung Bayam,” kata Astri yang mengenakan kacamata hitam.
Tidak perlu mempersiapkan perlengkapan khusus untuk berlibur ke Tanjung Baya. Cukup mempersiapkan fisik dan makanan yang jika ingin berlama lama berada di tempat ini.
Meski banyak terdapat penjual yang menjajakan berbagai macam makanan, perempuan berkulit sawo matang itu mengaku lebih senang menyantap makanan hasil masakannya sendiri, ditambah ikan bakar.
Diapun sama sekali tidak khawatir saat anak-anaknya bermain di sekitar bibir pantai. Sebab Astri ataupun suaminya juga ikut mendampingi anaknya bermain air. Mengajak anak-anak bermain di luar, seperti di pantai, menurutnya sangat penting. Selain melatih kreatifitas mereka, juga memberikan kebebasan kepada anaknya untuk berpikir dan melakukan hal yang baik.
Biaya masuk ke dalam lokasi Tanjung Bayam cukup terjangkau. Hanya Rp5.000 untuk roda dua dan Rp10.000 untuk roda empat. Sedangkan untuk keamanan sendiri, selama berada di lokasi Tanjung Bayam, di akui Astri cukup aman.
Hanya saja, masalah kebersihan menjadi keluhan Astri. Dia menilai, selama sering berlibur di Tanjung Bayam, dia masih saja melihat begitu banyak sampah yang berserakan.
Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran dari pengunjung yang datang. Selain itu, juga karena minimnya tempat sampah. Akibatnya, aneka jenis sampah berserakan di bibir pantai.
Dia berharap pengelola Tanjung Bayam dapat memperhatikan kebersihan di pantai dengan menyediakan fasilitas pendukung berupa tempat sampah. (*/rus)



×


Tak Pernah Bosan Rekreasi di Tanjung Bayam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar