SUARANYA lantang namun tetap merdu. Dia kerap memainkan intonasi kata, maupun kalimat agar apa yang diucapkan lebih enak didengar. Baginya, seorang master of ceremony (MC) harus menjalankan tugasnya dengan maksimal agar acara yang dipandu bisa berjalan sukses.
“Kunci sukses tidaknya sebuah acara tergantung dari pemandu atau MC. Kalau dulu kerap disebut protokol,” ungkap wanita berjilbab bernama Hj Refyani yang akrab disapa Refi ini.
Yah, dia seorang MC yang cukup dikenal, utamanya di lingkup Pemprov Sulsel.
Dunia MC mulai dikenalnya sejak duduk di bangku SMP. Dia kerap diminta untuk menjadi MC saat upacara bendera di sekolah. Atau membaca teks Undang-undang Dasar. Refi juga biasa diminta mewakili sekolahnya untuk jadi saritilawah saat ada acara-acara keagamaan.
Sejak sekolah dulu, dia juga sering membawakan acara parade senja di gubernuran. Sementara pada tahun 1994 saat jambore yang digelar di Caddika, dia dipercaya jadi MC.
Salah satu pengalaman memandu acara yang tak bisa dilupakan adalah ketika peringatan Hari Pangan Sedunia yang dipusatkan di Lapangan Karebosi. Ada empat MC yang diseleksi, termasuk dirinya oleh Protokol Keperesidenan. Akhirnya, Refi terpilih memandu acara tersebut.
“Kalau dihitung-hitung, saya MC acara RI 1, termasuk peresmian Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sudah sembilan kali,” ungkapnya.
Acara penting lain yang pernah dipandu adalah pembentukan dan peresmian Povinsi Sulawesi Barat saat Megawati Soekarnoputri menjadi presiden.
Ikhwal sehingga dirinya menjadi salah satu Protokol Pemprov Sulsel sekitar 2003, saat peresmian Akper Anging Mammiri. Waktu itu dia dipercaya sebagai MC. Karena performancenya baik, hari itu juga dia diminta untuk pindah ke Pemprov Sulsel oleh Kepala Biro Humas dan Protokol.
Seminggu kemudian, dia dipanggil Sekda Provinsi Sulsel untuk menerima SK sebagai pegawai pemprov.
Sebagai seorang PNS, dia menilai hidupnya lebih bermakna. Dia terangkat sebagai tenaga kesehatan, namun kemudian dimutasi ke Humas dan Protokol.
Banyak pengalaman, suka maupun duka yang telah dirasakan sebagai seorang protokol. “Tapi pasti lebih banyak sukanya,” kata Refi.
Dia bisa bertemu dengan berbagai orang dengan karakter berbeda-beda, dikenal banyak orang, dan menjadi bagian dari sebuah acara. “Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.
Malah Presiden SBY pernah memuji langsung caranya membawakan acara, hingga sang kosong satu langsung memanggilnya untuk foto bareng. “Fotonya masih saya simpan sampai sekarang,” ungkapnya.
Berkat keahliannya, Refi kerap dipercaya menjadi MC di acara-acara di luar kantor gubernur. Mulai acara adat, perkawinan, tujuh bulanan dan lain-lain. Dia juga biasa diminta mengajar dan menularkan keahliannya sebagai MC di beberapa kantor BUMN. (rhm/rus)
Sembilan Kali MC Acara RI 1
×

