pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dikawal 150 Personel, Lewati 10 Persimpangan

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah mematangkan persiapan untuk menyemarakkan penyambutan Piala Adipura Kirana yang diraih tahun ini. Salah satu kegiatan yang digelar adalah arak-arakan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Antang.
Arak-arakan dilakukan setelah Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menerima secara langsung piala tersebut di Kabupaten Siak, Riau, Jumat (22/7). Selanjutnya, Danny akan memboyongnya ke Makassar pada Sabtu (23/7).
Agenda acara ini disampaikan dalam rapat yang digelar, kemarin. Rapat dipimpin langsung Wali Kota dan dihadiri para pimpinan SKPD.
Kota Makassar meraih Piala Adipura Kirana karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada perdagangan, pariwisata, investasi, dan lingkungan hidup.
Asisten I Pemkot Makassar, Muh Sabri mengatakan, Piala Adipura Kirana akan tiba di bandara pada Sabtu siang. Selanjutnya diarak menuju TPA Antang melalui rute yang telah ditentukan. Yakni dari jalan poros Maros-Makassar menuju Jalan Perintis Kemerdekaan, lalu berbelok di Jalan Dr Leimena, Antang Raya serta Tamangapa Raya.
Jika dikalkulasi, jarak tempuh arak-arakan di empat ruas jalan nasional dan provinsi ini sepanjang 23 km dan melalui 10 persimpangan, dengan tujuh simpang traffic light.
”Saat di TPA Antang, Pak Wali bersama seluruh pimpinan SKPD, camat, lurah, ketua RT/RW, organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat akan melakukan sujud syukur atas anugerah Adipura Kirana yang berhasil diraih Makassar tahun ini,” kata Sabri.
Sementara Wali Kota, Moh Ramdhan Pomanto yang ditemui usai memimpin rapat, mengatakan penghargaan berupa Piala Adipura Kirana yang diraih ini tidak terlepas dari kerja keras para petugas kebersihan. Tak terkecuali dukungan seluruh warga yang menjadikan kota ini mampu meraih Adipura dua tahun berturut-turut.
Danny kemudian menyebut sejumlah indikator yang menjadi penilaian kesuksesan Makassar meraih Piala Adipura Kirana. Diantaranya keberhasilan pemerintah kota dalam mengontrol kebersihan dan pembenahan TPA Tamangapa, pengelolaan sampah melalui bank sampah di tiap kecamatan dan kelurahan. Termasuk bank sampah induk, sistem penjemputan sampah, dan kantongisasi sampah.
”Karena itu, program seperti MTR (Makassar’ta Tidak Rantasa) dan Longgar (Lorong Garden) harus tetap berjalan hingga hidup bersih, cinta pada lingkungan menjadi karakter warga kota Makassar. Adipura Kirana yang diraih tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh warga kota untuk membiasakan hidup bersih, memiliki tanggung jawab sosial sebagai warga untuk selalu mencintai kotanya dengan menjaga kebersihan dan membudayakan hidup bersih di lingkungannya,” tandas Danny.
Diakuinya, sistem penilaian tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Jika tahun lalu seluruh kota yang mendapatkan undangan presentase dan wawancara dipastikan meraih Piala Adipura, maka tahun ini ada sekitar 10 kota yang gugur pada sesi itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Mario Said mengatakan, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalulintas saat tim arak-arakan melintas, pihaknya telah melakukan antisipasi. Dishub menerjunkan sebanyak 150 personel untuk berjaga di sepanjang jalan yang dilalui.
Pengawasan juga dipusatkan di setiap simpang jalan atau perempatan yang akan dilalui. Ada empat personel ditempatkan di setiap persimpangan.
“Tidak ada perlengkapan khusus dalam mengontrol arus lalulintas saat arak-arakan Piala Adipura. Cukup bermodalkan sepeda motor dan mengatur lalulintas yang ada,” ujarnya.
Langkah tersebut sengaja dilakukan, agar masyarakat tidak merasa terganggu dengan adanya arak-arakan dan bisa menyaksikannya secara langsung. (arf-jun/rus)



×


Dikawal 150 Personel, Lewati 10 Persimpangan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar