MAKASSAR, BKM — Sebanyak 227 fasilitator dilatih untuk menjadi pendamping masyarakat dalam membenahi perumahan dan kota-kota yang masuk kategori kota kumuh. Selama seminggu, mulai Sabtu (23/7), mereka mendapat pelatihan program Kota Tanpa Kumuh di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.
Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Sulsel, Dr Ir H Ahmad Asiri menjelaskan, Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan program yang dilaksanakan secara nasional di 269 kabupaten/kota di 34 provinsi yang menjadi platform atau basis penanganan kumuh.
Di Sulawesi Selatan, ada 14 kabupaten/kota yang menjadi sasaran program Kotaku. Yakni Makassar, Maros, Parepare, Sidrap, Pinrang, Palopo, Toraja Utara, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Selayar, Bantaeng, dan Gowa.
“Program ini menyasar 321 kelurahan yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Melalui program ini kita coba selesaikan kota-kota kumuh,” kata Ahmad Asiri, Sabtu (24/7) di sela-sela pembukaan pelatihan fasilitator Kotaku di LPMP.
Sebenarnya, program ini mulai berjalan 2015 dan diharapkan selesai 2019. Secara garis besar pengentasan pemukiman kumuh perkotaan diharapkan bisa menjadi nol persen atau nol hektar.
Untuk Sulsel, terdata sebanyak 1.983,41 hektare luasan termasuk kumuh. Untuk lokasi dampingan Program Kotaku sendiri yang tersebar di 14 kabupaten/kota seluas 1.368,88 hektare.
Melalui program Kotaku, outcame yang diharapkan adalah meningkatnya akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan perkotaan pada kawasan kumuh. Selain itu terbentuk dan berfungsinya kelembagaan yaitu Pokja PKP dan menurunnya luasan kawasan kumuh karena akses infrastruktur dan pelayanan perkotaan lebih baik. (rhm/rus)
1.368 Ha Lahan Kumuh Jadi Sasaran Program Kotaku
×

