MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberi warning kepada para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di daerah ini. Mereka diminta untuk tidak main-main dalam melaksanakan tugas, khususnya yang terkait keberadaan Pasangan Usia Subur (PUS).
”Kalau ada PLKB yang tidak tahu PUS di wilayahnya, jangan berikan gajinya. PLKB ini harus diberi target agar tugas-tugasnya lebih terarah. Tidak boleh ada PLKB yang tidak punya target,” kata Syahrul pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-23 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Mall Panakkukang, Sabtu (23/7).
Dalam kesempatan itu, Syahrul mengingatkan agar orang tua tidak hanya bisa melahirkan anak yang banyak, namun kemudian terbengkalai. ”Ibu jangan hanya melahirkan. Tidak bisa memberi makan anaknya. Tidak bisa memberi pendidikan kepada mereka. Karena dalam sebuah keluarga sangat penting untuk membina karakter anak-anak kita,” tandasnya.
Sebagai orang nomor satu di provinsi ini, SYL juga menyentil soal kepedulian kepala daerah, baik bupati maupun wali kota dalam mendorong suksesnya program KB di daerahnya. ”Salah itu kalau bupati atau wali kota tidak peduli terhadap program KB,” ujarnya.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel, Hj Rini Riatika Djohari di depan Gubernur, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil Susenas tahun 2015, laju pertumbuhan penduduk di Sulsel sebesar 1,17 persen, dengan jumlah peserta KB aktif 46,98 persen.
Selain itu, PUS yang tidak ingin tambah anak lagi atau ingin anak ditunda tapi tidak ber-KB (unmet need) 25,68 persen. Sementara rata-rata jumlaha nak yang dilahirkan seorang wanita usia 15-19 tahun (ASFR 15-19) sebesar 39 persen, serta usia kawin pertama 20,85 persen.
”Pencapaian indikator program KKBPK di Sulsel itu masih berada di atas rata-rata nasional, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya akselerasi untuk mengejar ketertinggalan dalam mewujudkan keluarga sejahtera di Sulawesi Selatan,” kata Rini.
Sebagai rangkaian Harganas yang juga dihadiri Ketua DPRD Sulsel, HM Roem itu dilaksanakan pencanangan gerakan Keluarga Sehat, Keluarga Berencana, Kita Bangga, Kita Sayang, Sulsel Selalu di Hati. Selain itu, juga dilakukan penyematan Duta Genre (Generasi Berencana).
Diserahkan pula hadiah kepada pemenang berbagai lomba yang digelar dalam rangka Harganas ke-23. Untuk juara I Lomba Promosi dan Konseling Kespro di Rumah Sakit Tipe C diraih RSUD Sinjai, juara II RSUD Lamadukkelleng, Wajo dan juara III RSUD Salewangang, Maros.
Pada Lomba Pelayanan MKJP Kategori Puskesmas, juara I diraih Puskesmas Angkona, Luwu Timur. Juara II Puskesmas Tanralili, Kabupaten Maros dan juara III Puskesmas Belawa, Kabupaten Wajo.
Untuk Lomba Motivator KB Pria, juara I Syamsuddin dari Kabupaten Jeneponto, juara II Rusdi dari Kabupaten Bone dan Dewa Kompiang Juliarta dari Kabupaten Luwu Timur.
Sedangkan Lomba Kelompok KB Pria, juara I diraih Kelompok Perkasa Kabupaten Maros, juara II Kelompok Sejahtera Kabupaten Takalar, serta juara III Kelompok Peduli Kota Parepare. (*/rus)
SYL: Jangan Gaji PLKB yang tak Tahu PUS
×

