MAKASSAR, BKM– Sungguh miris dan menyedihkan yang dialami oleh ibu Sulastri Rifka Supomo yang mengalami korban kekerasan rumah tangga yang diduga dilakukan suaminya sendiri bernama Sugianto Massekken.
Bukan hanya itu siksaan demi siksaan juga dirasakan oleh kesembilan anaknya.
Sulastri Rifka Supomo saat mengadu ke dewan, Kamis (28/7) mengakui bahwa siksaan yang dirasakan bersama anaknya sudah berlangsung cukup lama hampir 27 tahun. Bahkan tindakan yang dilakukan suaminya tidak hanya berupa kekerasan fisik namun kekerasan mentalpun juga terjadi.
“Anak saya sudah banyak disiksa sampai ada yang ditusuk mata, minum Baygon, pukul paha. Saya jangan mi dibilang dek sudah berkali-kali mi tapi diam saja. Saya juga sudah melapor di polisi tapi belum ada tindakan,” ungkapnya.
Bahkan laporan di Polsek Biringkanaya tertanggal TPL/906/VII/2016/Restabes Makassar/Sek.B.Kanaya pada Jumat tanggal 22 Juli 2016 sekitar 17.00 Wita, belum juga dapat kejelasan. Malahan polisi setempat meminta keluarga tersebut harus memperlihatkan luka berdarah.
Padahal, bisa dikatakan sekujur tubuh anaknya sudah mengalami luka, bahkan kini anaknya yang mengalami kekerasan direhabilitasi karena kekerasan tersebut.
“Kami hanya minta keadilan. Saya sudah tidak tahan liat anak saya disiksa setiap hari,” ujarnya.
Tindakan yang sering dilakukan suaminya kerap dilakukan di Komp Puri Patene blok D 5 Kel Sudiang Kec Biringkanaya, Kota Makassar. Aksi itu dilakukan ke kesembilan anak Sulastri yang bernama Gika Purnama Putra (27), Reski,(24), Ryan Petra Inri (22), Fani (20), eunike (18), Devi (16), Cris Katu (14) kembar Ezra (14) dipasung, Flair Afika (13), kelas 2 SMP 16.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti yang menerima korban kekerasan tersebut, berjanji untuk segera melakukan tindakan untuk membantu korban, ia juga berjanji secepatnya akan melaporkan tindakan tersebut di Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak.
“Saya sudah terima keluhannya. Korban dan anaknya saat ini butuh dilindungi dari ayahnya. Kita akan laporkan ke pemberdayaan perempuan dan anak dulu jika polisi tidak melakukan tindakan,” ucapnya.(ita/war)
Ibu dan Anak Korban Kekerasan Mengadu ke Dewan
×

