BENTROK polisi dan Satpol PP ternyata bermula dari anjungan Pantai Losari di Jalan Penghibur, Sabtu (6/8) sekitar pukul 19.45 Wita. Seorang anggota Satpol PP bernama Hadryatno terlibat perang mulut dengan dua anggota Sabhara Polrestabes Makassar, masing-masing Bripda Hendrik dan Bripda Asmat.
Saat itu, Hadryatno tengah melaksanakan tugas pengamanan di acara nikah massal di area parkir anjungan Pantai Losari. Tiba-tiba saja sebuah motor trail datang dan melaju dengan kecepatan tinggi. Di atas motor tersebut ada Bripda Hendrik bersama rekannya Bripda Asmat.
”Saya minta keduanya agar pelan-pelan. Tapi mereka kemudian menghampiri saya dan bertanya; ada apa? Saya ini aparat,” kata Hadriyatno menirukan ucapan kedua oknum polisi tersebut.
”Saya tahu Bapak aparat. Tapi pelan-pelan,” sahut Hadriyatno.
Langsung saja oknum anggota sabhara itu menarik kerah baju Hadriyatno lalu menendang perutnya. Tak terima diperlukan seperti itu, Hadriyatno melawan dengan memukul balik.
Aksi saling pukul ini tidak berlangsung lama. Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud bersama Wakapolsek Mariso tiba di lokasi kejadian.
Saat berusaha dilerai oleh Kasatpol PP dan Wakapolsek Mariso, salah seorang oknum Satpol PP mendatangi kedua oknum polisi tersebut sambil menghunus sebilah sangkur dan mengancamnya. Bahkan, keduanya sempat menjadi sasaran pemukulan oknum Satpol PP yang bertugas di area anjungan Pantai Losari. Akibatnya, mereka mengalami luka memar pada bagian mata sebelah kiri, bibir bagian bawah dan punggung belakang.
Kasus inipun dilaporkan ke Polrestabes Makassar dengan nomor laporan Lp/890/VIII/2016/Polda Sulsel/Restabes Mksr.
Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait mengimbau agar tidak ada aksi balasan.
Untuk menghindari aksi balas dendam, sekitar pukul 20.15 Wita, satu kompi anggota Satpol PP yang saat itu melaksanakan pengamanan, meninggalkan anjungan Pantai Losari Jalan Penghibur dan kembali ke Balai Kota.
Tidak lama berselang, sekelompok personel kepolisian melakukan penyerangan ke Balai Kota. Ada diantara mereka yang melepaskan beberapa kali tembakan ke udara maupun ke arah Balai Kota. Ada pula yang melempar batu dan merusakan fasilitas negara.
”Oknum polisi itu menyerang ke Balai Kota setelah sebelumnya terjadi kesalahpahaman di anjungan Pantai Losari. Sebenarnya Kasat Pol PP sudah meminta maaf. Tapi entah kenapa tiba-tiba mereka menyerang,” kata Edwar Supriawan, Kabid Hukum Satpol PP Kota Makassar.
Di lokasi penyerangan, puluhan motor yang terpakir di depan Balai Kota menjadi sasaran amukan. Begitupun dengan mobil, kacanya pecah akibat terkena lemparan batu. Termasuk kaca jendela kantor Balai Kota. (ish/rus)
Bermula dari Anjungan Pantai Losari
×

