pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Teganya Guru SD Cabuli Delapan Muridnya

BANTAENG, BKM — Dunia pendidikan di Kabupaten Bantaeng kembali tercoreng. Seorang guru Sekolah Dasar (SD), Slt (52) tega mencabuli delapan orang muridnya.
Warga Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu itupun kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dilaporkan oleh HM (35), orang tua salah seorang murid yang dicabulinya ke Mapolres Bantaeng, Rabu (10/8) siang.
Ulah bejat sang guru terbongkar setelah DL, salah seorang muridnya mengeluh sakit di hadapan ibu gurunya. DL mengaku sakit di bagian paha dan kemaluannya lantaran dicabuli oleh Slt.
”Dia bilang ke saya, katanya sakit paha dan kemaluannya,” kata Rosmi dan Husna, guru DL menirukan pengakuan anak didiknya.
Mendengar pengakuan muridnya itu, kedua guru tersebut kemudian menyampaikannya ke kepala sekolah. Akhirnya hal itu bocor ke telinga keluarga korban lainnya, hingga kemudian ikut melaporkan pelaku ke polisi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera, kemarin mengkorfimasi kebenaran kasus ini. Dikatakannya, kasus asusila tersebut tengah ditangani penyidik Polres Bantaeng.
”Pelaku telah diamankan di Mapolres Bantaeng. Delapan korban juga dimintai keterangannya. Sebelumnya, penyidik polres melakukan koordinasi dengan kepala sekolah sebagai upaya persuasif dalam melakukan proses hukum dalam menangani kasus asusila tersebut,” terang Frans Barung.
Perwira polisi dengan tigas melati di pundaknya ini, mengungkapkan kasus asusila yang dilakukan Slt terbongkar saat korban DL yang masih duduk di bangku SD kelas IV mengeluh sakit dihadapan dua orang gurunya.
”Korban mengaku sakit di bagian kemaluan dan pahanya, karena dicabuli gurunya dengan memasukkan tangan di bagian kemaluan,” jelas Frans Barung, Jumat (12/8).
Selain DL, tujuh korban pencabulan lainnya adalah Is (10), Del (10), EF (10), Fi (10), Mu (10), Fi (11) dan Der (10). Semuanya beralamat di Jalan Kampung Panjang, Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu.
Frans menjelaskan, kasus pencabulan yang dilakukan terhadap delapan murid perempuan itu berlangsung selama dua tahun, sejak 2104.
”Dihadapan penyidik, korban lainnya mengaku hendak melaporkan perbuatan pelaku ke keluarganya masing-masing. Namun pelaku mengancamnya. Nanti setelah ada korban yang mengalami tindakan serupa dan melapor, barulah yang lain ikut melapor,” beber Frans Barung.
Dari koordinasi Kabid Humas Polda dengan jajaran Polres Bantaeng, diperoleh keterangan bahwa dalam aksinya, pelaku mengelus-elus bagian kemaluan korban. Ada pula yang alat vitalnya dicabuli pelaku dengan cara memasukkan tangannya.
Delapan korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan visum. Hasil visum inilah nantinya yang membuktikan perbuatan pelaku. (ish/rus)




×


Teganya Guru SD Cabuli Delapan Muridnya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar