SALAH seorang keluarga korban, Helmi mengaku pernah mendengar informasi kalau Harmawati hendak dilamar oleh kekasihnya yang seorang polisi.
”Yang saya dengar, korban itu hendak dilamar setelah lebaran Idul Adha. Saat itu korban yang menyampaikan langsung kepada orang tuanya,” ujar Helmi, kemarin.
Sedikit Helmi mencontohkan nada yang dilontarkan korban saat menghubungi orang tuanya. ”Ma… mauma dilamar sama pacarku yang polisi,” katanya menirukan penyampaian Harmawati.
Sebelumnya, salah seorang tetangga kos korban, menuturkan Harmawati meninggalkan kamar kos pada pagi pukul 09.00 Wita, kira-kira seminggu lalu. ”Dia bilang mau pulang kampung,” ujarnya, sambil meminta namanya tidak dipublikasikan.
Dijelaskan pula, sebelum meninggalkan kamarnya, korban sempat terdengar cekcok lebih sejam dengan pacarnya. Percekcokan itu terjadi pekan lalu, sebelum korban ditemukan meninggal.
Sayangnya, tetangga kos korban itu tidak mengenal nama pacarnya. Ia hanya tahu wajah pacar korban yang seorang anggota polisi.
”Saya tidak tahu namanya pacar korban. Tapi dia seorang anggota polisi. Setelah keduanya cekcok, ada pria lain yang sempat datang ke kos sini. Orang itu baru pertama kali saya lihat,” terangnya.
(ish/rus)
Rencana Dilamar Usai Idul Adha
×

