LAZIMNYA, antara bekerja dan liburan punya perbedaan waktu untuk melakukannya. Namun, ada jenis pekerjaan yang bisa dilakoni sambil liburan. Salah satunya pramugari.
Maudy yang saat ini tercatat sebagai pramugari maskapai penerbangan Garuda Indonesia, mengaku menikmati pekerjaan yang dilakoninya. Sebab, ketika bekerja, ia juga sekaligus bisa berlibur.
”Itu sukanya menjadi pramugari. Saya bisa bekerja sambil liburan. Juga mempelajari berbagai budaya di nusantara maupun mancanegara,” ujar Maudy.
Di lain sisi, tetap saja ada duka yang dihadapinya sebagai seorang pramugari. Bertugas di atas pesawat yang selalu terbang ke berbagai negara, membuat Maudy jarang bertemu dengan keluarga. Ia juga tidak boleh seenaknya libur dari pekerjaan.
”Bagi orang lain yang bekerja, akhir pekan biasanya dihabiskan bersama keluarga. Tapi kami yang berprogesi sebagai pramugari tetap bekerja. Itulah risiko pekerjaan,” katanya mahfum.
Sebelum memulai karirnya sebagai pramugari, kelahiran Makassar, 21 Juli 1996 ini awalnya mengikuti sekolah khusus di Pusdiklat Kepramugarian Provinsi Sulsel Batch dua selama satu bulan.
Usai diklat, ia mencoba peruntungan dengan mengajukan permohonan kerja ke maskapai Garuda. Setelah mengikuti berbagai tes, Maudy yang saat itu berusia 18 tahun diterima bekerja. Saat ini Maudy telah berusia 10 tahun. Artinya, kurang lebih dua tahun ia menggeluti dunia pramugari.
Sebelum dipercaya untuk ikut terbang, Maudy terlebih dahulu mengikuti tahap jugle survival selama enam hari lima malam. Tujuannya memberi bekal untuk keadaan emergency darat dan laut. Latihan yang diberikan oleh TNI ini berlangsung di Jatiluhur.
Selanjutnya, ia memasuki pelatihan ground class selama kurang lebih dua bulan. Disini diajarkan bagaimana cara jalan, jongkok, melayani penumpang, cara berkomunikasi dengan penumpang dan penanganan kondisi penumpang.
Maudy kemudian mengikuti ujian negara yang diselenggarakan oleh Dinas Kelaikan Udara dan Pengoprasian Pesawat Udara (DKUPPU). Setelah itu traning terbang dilakoninya, namun dengan status siswa.
Setelah dinyatakan lulus dari tiga tahapan itu, Maudy kemudian berhak sebagai flight attendant (pramugari). Ia tergabung dengan kru lainnya di pesawat tipe Boeing 737-800 EG.
Setelah enam bulan terbang, Maudy mengikuti sekolah untuk tipe pesawat yang lebih besar, yaitu Airbus A330-200/300 selama kurang lebih 10 hari. Iapun menjadi multy rating pesawat B737-800 EG dan Airbus A330-200/300, yang merupakan pesawat besar yang melakukan penerbangan antarnegara dan penerbangan ibadah. (jun/rus)
Bekerja Sambil Liburan
×

