MAKASSAR, BKM — Proses belajar mengajar tengah berlangsung di SMA Satria Jalan Veteran Selatan, Senin (29/8) pukul 10.55 Wita. Tiga orang siswa terlihat hendak ke belakang sekolah. Masing-masing Farmansyah, Furqon dan Firman.
Entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja mereka diserang orang tak dikenal. Oleh penyerang, siswa SMA Satria kemudian diburu menggunakan parang dan busur panah.
Pelajar tersebut kemudian langsung masuk ke dalam sekolah saat dikejar. Situasi gaduh membuat proses belajar mengajar terhenti.
Dari pengakuan salah satu siswa yang yang diserang, sebelumnya mereka tidak pernah punya permasalahan diluar. Termasuk dengan kelompok yang menyerangnya.
”Kami heran kenapa tiba-tiba diserang oleh enam orang itu,” kata Farmansyah sambil menyebut jumlah orang yang menyerangnya secara tiba-tiba, kemarin.
Penyerangan yang dilakukan secara membabi buta itu membuat pelajar lain di sekolah ini berlarian dan berhamburan keluar ruangan. Sebab diantara pelaku ada yang membentangkan busur dan siap melayangkan anak panahnya. Ada pula yang berlari sambil menenteng parang.
Dg Atu, seorang pedagang berjualan di SMA Satria menyaksikan langsung kejadian ini. Diapun buru-buru menutup jualannya saat melihat pelaku bersenjata lengkap mengejar siswa. Di tempat jualan Dg Atu itulah siswa yang dikejar berusaha menyelamatkan diri.
”Saya kasihan lihat siswa itu dikejar. Saya lihat mereka bingung mau lari kemana. Mereka langsung masuk ke tempat jualan saya. Saya langsung menutup tempat jualanku,” terang Dg Atu.
Dari enam orang yang mengejar siswa SMA Satria, Dg Atu mengaku mengenali salah satunya. ”Sepertinya anak yang bawa busur itu pernah tinggal di belakang,” ujarnya.
Akibat peristiwa tersebut, proses belajar mengajar di sekolah inipun terhenti. Bahkan Kepala SMA Satria, Muhrim langsung mengambil keputusan untuk meliburkan siswanya selama dua hari.
”Keputusan meliburkan siswa kami lakuksn untuk mengantisipasi jangan sampai penyerangan terulang kembali. Ini membuat guru dan siswa kami terancam. Situasi belum sepenuhnya kondusif dan aman. Jadi hari Senin dan Selasa (29-30/8) sekolah diliburkan,” terang Muhrim.
Terkait peristiwa penyerangan ini, kepsek akan menggelar pertemuan dengan para guru untuk membahasnya. Pihak sekolah juga meminta kepada pihak kepolisian guna melakukan pengamanan hingga situasi normal. (ish/rus)
Pelajar SMA Diserang Pakai Busur dan Parang
×

