pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Menguji Militansi Loyalis Syahrul

MAKASSAR, BKM — Syahrul Yasin Limpo (SYL) kini tak lagi menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel. Ia digantikan oleh Nurdin Halid yang ditunjuk oleh DPP sebagai pelaksana tugas (plt). Militansi para loyalis Sang Komandan kini diuji.
Syahrul tetap santai menyikapi penggantian dirinya sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel. SYL yang baru sehari tercatat sebagai mantan Ketua DPP Golkar Sulsel, mengaku happy.
“Saya happy-happy saja kok.Yang penting partai tetap berjalan dengan baik. Saya tidak pernah cari-cari jabatan. Saya hanya mengabdi pada negara dan rakyat. Yang penting kader-kader Golkar tetap solid,” ujar SYL jelang keberangkatannya menuju Tana Toraja, Rabu (31/8) pagi.
Sebagai orang nomor satu di Sulsel, SYL tetap melaksanakan aktifitasnya yang padat sesuai agenda yang telah diatur. Kemarin, SYL berangkat ke Tana Toraja menghadiri peringatan Hari Jadi Toraja ke-769 dan HUT Kabupaten Tana Toraja ke-59, yang juga dirangkaikan dengan serah terima jabatan bupati.
SYL juga direncanakan nonton bareng film Uang Panai di XXI Mal Panakkukang pada malam harinya. Namun sayang, agenda tersebut terpaksa diundur. Pasalnya, SYL sedianya pulang ke Makassar via udara, terpaksa harus lewat darat karena pesawat yang ditumpangi mengalami kerusakan. Sehingga jadwal untuk nonton film Uang Panai tak bisa lagi dikejar.
SYL ketika ditanya wartawan terkait pengambilalihan jabatan Ketua Golkar Sulsel santai menjawabnya. “Mari kita berpisah baik-baik. Saya sangat bersyukur jika bisa mewariskan pohon-pohon besar,” ungkapnya.
Ditemui usai santap siang dalam rangka peringatan HUT Tana Toraja ke-59 dan HUT Toraja ke-579 di Makale, Rabu (31/8), kembali menegaskan bahwa dirinya menerima pergantian tersebut. Syahrul kemudian meminta agar tidak timbul kegaduhan setelah dirinya diganti.
”Janganmaki ganggu saya. Biarkan pemerintahan yang tersisa kurang lebih dua tahun ini saya selesaikan dengan baik. Belumpi kiamat karena ada penunjukan plt (Ketua Golkar Sulsel). Saya masih ketua APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia),” kata Syahrul.
Gubernur Sulsel dua periode itu mengakui, memang banyak kader Partai Golkar yang begitu fanatik terhadap dirinya. Mereka bahkan bersedia melakukan apa saja untuk dirinya. Bahkan mati sekalipun.
”Situasi itu hendaknya kita maknai terjadi karena militansinya. Saya mau tinggalkan tempat tanpa ada insiden dan ricuh. Saya ini orang baik,” terang SYL, yang mengenakan baju khas Toraja warna putih lengan panjang, lengkap dengan asesorisnya.
Sampai sekarang, tambahnya, belum pernah ada partai yang menawarinya untuk bergabung. ”Pak Surya Paloh pada pelantikan ketua Nasdem provinsi lalu hanya memberi gagasan. Belum ditawari pindah partai,” tandasnya.
Ketua Golkar Tana Toraja, Welem Sambolangi yang mendampingi Syahrul, berujar diplomatis terkait pergantian pucuk pimpinan di Golkar Sulsel. ”Saya berharap dengan terjadinya pergantian ini, kondisi kondusif terus terjadi di Golkar. Termasuk di Tana Toraja. Kita terima perubahan dan pergantian sebagai sebuah dinamika politik,” ujarnya.
Sementara Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Gowa, Hasan Sijaya merasa prihatin atas pencopotan SYL. Hasan yang ditemui di ruang kerjanya sebagai kepala UPTD Samsat Makassar, mengungkapkan saat ini orang tidak melihat dari partai, namun mencari sosok pemimpin seperti SYL “Saya sebagai ketua AMPI Gowa, terus terang sangat prihatin dengan pencopotan SYL di Golkar. Bagi pengurus yang sudah berGolkaria pasti akan berhijrah. Golkar itu partai, bukan agama. Orang tidak melihat dari partai. Partai itu banyak, tapi mencari pemimpin seperti SYL, ini yang susah. SYL disini dizalimi. Kita sepaham tidak ada partai yang diperdagangkan. Para pengurus pasti akan hijrah,” tegas Hasan.
Sekretaris DPD Partai Golkar Gowa, Kamaruddin Timung yang dikonfirmasi, Rabu (31/8) siang, mengatakan pihaknya belum bisa angkat bicara. Karena pihaknya belum menerima penyampaian terkait penggantian Syahrul Yasin Limpo sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulsel.
“Saya belum bisa komentar apa-apa tentang hal itu. Termasuk langkah-langkah apa yang akan diambil DPD Gowa. Soalnya, kita belum ada penyampaian. Saya juga belum tahu yang sebenarnya, apa betul Pak Syahrul sudah digantikan sepenuhnya oleh Pak Nurdin,” kata Kamaruddin Timung.
Saat ini kursi Ketua DPD Golkar Gowa kosong karena ditinggalkan Hj Tenriolle Yasin Limpo yang pindah ke Partai Nasdem Sulsel. Untuk sementara, Partai Golkar Gowa diurus oleh Kamaruddin Timung selaku sekretaris bersama Wakil Ketua I, H Ansar Zaenal Bate yang juga Ketua DPRD Gowa.
Terpisah, sejumlah kader juga melontarkan kritik pengangkatan plt hingga memberikan ancaman hengkang. Seperti dilontarkan Zulkarnain Arif.
Menurutnya, apa yang dilontarkan Zulkarnain yang pernah tercatat sebagai Wakil Ketua Golkar Sulsel akan mengajak kader lain untuk hengkang, dinilai sangat bertentangan dengan etika sebagai kader itu sendiri.
“Sebaiknya Zukarnain yang juga elit Golkar Sulsel tidak langsung bereaksi negatif, tapi menunggu perkembangan seperti apa yang menjadi pedoman serta dasar penunjukan Plt ketua Golkar Sulsel dari Dari DPP,” ujar Andi Alfian Anugrah, Ketua Divisi Organisasi DPD II Golkar Bone, Rabu (31/8).
Menurutnya, seharusnya Zul -panggilan akrab Zulkarnain yang tak lain adalah Ketua Kadin Sulsel ini, harus menjaga stabilitas. Tak usah bereaksi berlebihan. “Alasannya karena SYL saja santai menerima adanya plt,” jelasnya.
Hal sama dilontarkan Andi Patarai Amir dari Golkar Maros. Menurutnya, kalau masa jabatan kepengurusan telah berakhir, maka pimpinan partai boleh mengambil sikap.
“Jadi kalau masa periode berakhir, kan boleh di-plt. Tergantung kebutuhan organisasi,” jelas Andi Patarani yang juga bendahara Golkar Maros. (gus-sar-jun/rus)




×


Menguji Militansi Loyalis Syahrul

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar