pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ajudan Istri Kapolda Pemegang Sabuk Hitam

KAMIS, 1 September 2016 merupakan Hari Ulang Tahun Polisi Wanita (Polwan) ke-68. Ada banyak polwan di negeri ini yang tidak hanya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Mereka juga mempunyai sederet prestasi di bidangnya masing-masing.

Laporan: Purmadi

JAJARAN Kepolisian Resort (Polres) Sidrap boleh berbangga pernah punya seorang personel polwan bernama Siti Dwi Marwayanti,SH. Dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda), ia pernah membawa nama harum Polres Sidrap secara khusus, dan Polda Sulselbar pada umumnya. Sejumlah prestasi diukirnya pada bidang olahraga, khususnya karate.
Sosoknya yang sederhana dan memiliki raut muka cantik, banyak yang tidak menyangka kalau polwan satu ini memiliki keahlian bela diri yang mumpuni. Sikapnya begitu ramah pada setiap orang yang menyapanya. Termasuk dalam melaksanakan tugas-tugas kesehariannya.
BKM sebelumnya pernah mewawancari Bripda Siti Dwi Marwanti saat masih bertugas di Mapolres Sidrap. Dari penuturannya, terungkap jika menjadi seorang polwan merupakan impiannya sejak kecil.
Perempuan kelahiran Makassar, 20 Juli 1992 yang karib disapa Bripda Marwa ini adalah peraih juara I Kumite Putri pada Kejuaraan Tingkat Junior Terbuka Telkom Cup. Prestasi itu diraihnya ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Selanjutnya, pada Kejuaraan Karate Terbuka Piala Tamarunang, Dwi Marwa meraih juara II Kategori Kumite Putri. Sementara pada Kejuaraan Karang Taruna Open Tournament Karate, ia berhasil menyabet juara III Kumite Putri.
Prestasinya kembali menjulang, ketika Siti Marwa ambil bagian pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kapolda Cup. Ia meraih juara II beregu putri dan juara II Kumite Putri. Termasuk juara Kumite Khusus Kelas TNI/Polri kategori 60 kilogram pada kejuaraan Karate Inkanas Piala Kapolri Cup di Bandung, Maret 2015 silam.
Saat di Polres Sidrap, Siti Marwa bertugas di bagian SPK tahun 2014-2015. Berbekal kedisiplinan selama pendidikan dan tekad yang kuat untuk menggapai cita-citanya, Siti Marwah juga pernah mengemban tugas sebagai pengawas indisipliner anggota Polri.
“Saat pendidikan, jadwal latihan saya sangat padat, mau tidak atau mau, suka tidak suka, harus siap. Capek memang. Tapi dari situlah sikap disiplin saya semakin kuat tertanam,” kata alumni SMAN 4 Makassar ini.
Dunia kareta sudah digelutinya sejak dirinya masih duduk di bangku kelas 5 SD. Bripda Dwi Marwah mengaku sangat terobsesi menjadi abdi negara bidang hukum dengan membela diri.
Pemegang sabuk hitam DAN I sejak tahun 2008 ini pernah mendapat pujian dari Kapolda Sulselbar, yang saat itu dijabat Irjen Pol Pudji Hartanto. Ia memberikan apresiasi khusus kepada anak bungsu dari dua bersaudara, buah cinta pasangan suami istri HM Arsyad dan Hj Bulkis ini, atas prestasi yang telah diraihnya selama ini.
Ketika melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Sidrap, Desember 2015 lalu, Pudji Hartanto meminta Bripda Marwa untuk tampil memperagakan kemampuan karatenya di depan seluruh undangan. Dengan lihai, Marwa pun memperlihatkan aksi bela dirinya.
“Tolong prestasinya dipertahankan. Kapolres, tolong bina anggotanya yang berprestasi,” perintah Kapolda kepada Kapolres Sidrap ketika itu.
Pudji Hartanto menilai, personel kepolisian yang sarat prestasi wajib dibina agar prestasinya bisa dipertahankan dan semakin ditingkatkan. Alasannya, torehan prestasi yang diukir merupakan tinta emas bagi institusi.
Sebelum beranjak meninggalkan Polres Sidrap, Pudji menawarkan kepada Bripda Marwa untuk dipindahkan ke Mapolda Sulsel demi kesinambungan pembinaan prestasinya di bidang karate. Gayung bersambut, tawaran itu diterima oleh Marwa. Alhasil, hingga saat ini ia tetap dipertahankan sebagai ADC Ketua Bhayangkari Sulsel.
Saat ini Bripda Marwa bermukim di Jalan Tentara Pelajar, Makassar. Ketika duduk di bangku SMA, ia dipercaya melatih anggota kepolisian di Mako Brimob Detasemen A Makassar.
”Sebelum jadi polisi, saya dipercaya melatih anggota Brimob Detasemen A Makassar. Kebetulan ada kenalan sehingga dipanggil masuk melatih. Sekarang saya sudah sabuk hitam level DAN I,” kata Bripda Dwi saat bertugas di Sabhara Mapolres Sidrap, belum lama ini.
Dengan prestasi yang telah dicatatnya, Bripda Marwa kini dipercaya bertugas mengawal Ketua Bhayangkara Polda Sulsel. Tugas yang diamanahkan itu dimulai sejak Ibu Pudji Hartanto menjabat. Tugas itupun masih diembannya sebagai ajudan pribadi dan dinas Ibu Kapolda Sulsel yang saat ini dipangku Nyonya Irjen Pol Anton Charliyan.
Untuk pencapaiannya saat ini, diakui Bripda Marwa tidaklah mudah. Bahkan ketika hendak masuk menjadi anggota polisi saja ia harus berjuang keras. Dua kali mendaftar masuk polisi ia dinyatakan tidak lulus. Barulah ketika mendaftar ketiga kalinya Bripda Marwa diterima.
”Saya dua kali mendaftar tapi selalu gagal. Nanti mendaftar ketiga kalinya baru saya diterima. Itupun di urutan terakhir,” kenangnya.
Marwa kemudian sedikit bercerita bagaimana perjalanan mengurus berkas untuk mendaftar diri sebagai polwan. Gadis yang sudah menyandang gelar sarjana hukum (SH) ini mengaku pernah merasa kerepotan, bahkan muncul rasa putus asa karena selalu saat mendaftar. Namun, semua kerja kerasnya kemudian terbayarkan setelah ia dinyatakan lulus pendidikan pembentukan Brigadir Polwan TA 2014 angkatan 43.
Ketika menjalani pendidikan pembentukan Brigadir Polwan di Sekolah Polisi Negara (SPN) di Singaraja, Buleleng, Bali, perasaan rindu akan sosok kedua orangtua, terutama ibu, kerap menghampirinya. Namun perasaan itu berusaha ia pendam demi sebuah cita-cita.
“Bangga rasanya bisa melewati pendidikan yang sedemikan berat, dan akhirnya bisa menggunakan seragam Polri lengkap pada saat pelantikan. Semua itu saya persembahkan buat kedua orang tua,” ujarnya dalam bincang terakhir dengan BKM via handphone, kemarin. (*/rus/b)



×


Ajudan Istri Kapolda Pemegang Sabuk Hitam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar