MAROS, BKM — Klinik Pendidikan MIPA (KPM) PGS-23 mengajak pelajar di pesantren untuk ikut bela negara dengan memberi pembelajaran melalui permainan matematika. Hal ini dilakukan saat melakukan sosialisasi di Pesantren Ulumul Quran DDI Hasanuddin, Kabupaten Maros, Rabu (7/9).
Selain sosialisasi, KPM juga memanfaatkan momentum ini sekaligus untuk membangun silaturahmi dengan para pelajar di Butta Salewangan.
Ketua panitia sosialisasi, Bagas Dewantoro, SPd mengatakan, KPM melakukan sosialisasi guna menggenjot pelajar di pesantren untuk paham tentang bela negara melalui permainan matematika.
”Pelajar merupakan generasi anak bangsa yang memiliki potensi besar untuk ikut bela negara. Pengaruh bela negara cukup besar dalam pembentukan sikap dan perilaku seorang anak, serta mempersiapkannya untuk penguasaan peranan-peranan baru di kemudian hari,” ujarnya.
Melalui cara ini, KPM menggembleng pelajar di pesantren agar kelak mereka memiliki bekal. Dengan pembangunan karakter di usia dini, seorang pelajar yang masih terbilang muda nantinya telah memiliki bekal, baik ketika ia sudah beranjak dewasa dan sudah tua. Mereka juga tidak lagi hidup bergantung pada orang tua.
”Sosialisasi yang kita laksanakan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang dapat mewujudkan sikap dan perilaku bela negara yang dilandasi wawasan kebangsaan. Kita bimbing pelajar yang masih usia dini ini, agar kelak tak lagi mudah disusupi dengan prilaku dan sikap tak terpuji,” terang Bagas lagi.
Pembangunan karakter, menurut Bagas, harus dimulai sejak usia dini. Hal ini sebagai bentuk revolusi mental pada anak bangsa, dimana mereka selalu dalam kebersamaan dan bersatu agar tidak mudah bercerai berai dalam sikap menjunjung Tanah Air.
Ditambahkan Bagas, jika landasan konsep bela negara adalah adanya wajib militer, subyek dari konsep ini adalah tentara atau perangkat pertahanan negara lainnya, baik sebagai pekerjaan yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer).
“Tanpa kita sadari ini sudah merupakan gerakan tanpa sadar wajib militer, seperti yang dilakukan negara lain. Mereka memberlakukan wajib militer bagi warga yang memenuhi syarat, kecuali dengan dispensasi untuk alasan tertentu, seperti gangguan fisik, mental atau keyakinan keagamaan,” tandasnya. (ish/rus)
KPM PGS-23 Sosialisasi Bela Negara di Pesantren
×

