pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hijrah ke Jakarta Berbekal Rp75 Ribu

NAMA H Rusdi Masse sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sulsel pada umumnya, dan warga Sidrap secara khusus. Sebab dia adalah bupati di daerah penghasilan beras itu selama dua periode. Tapi, tidak banyak yang tahu kalau Rusdi Masse dulunya bukanlah siapa-siapa.

Laporan: Purmadi

SOSOK Rusdi Masse tidak berasal dari keluarga yang kaya raya. Orang tuanya bukanlah pejabat. Bukan pula keturunan bangsawan.
Dia anak dari seorang guru sekolah di Kota Rappang, Kecamatan Pancarijang, Kabupaten Sidrap. Rusdi merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara.
Ayah empat anak yang kini dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel, dulunya bekerja serabutan. Ia merintis usaha mulai dari nol.
Pak Haji, begitu dia populer di kalangan masyarakat Sidrap maupun kolega bisnisnya, memulai usaha dari jasa ekspedisi tahun 1994. Pria kelahiran Rappang, 3 Maret 1973 ini akhirnya merengkuh sukses di tanah rantau.
Dalam berbagai kesempatan, Rusdi Masse kerap menceritakan kisah dan perjalanan hidupnya yang dimulai dari nol. Ia nekat meninggalkan tanah kelahirannya, Sidrap dan hijrah ke ibu kota Jakarta hanya dengan membawa uang Rp75 ribu.
Di Jakarta, dia bekerja sebagai buruh dan sopir truk.Paling banyak, hidupnya bergelut dengan debu, panasnya matahari dan dinginnya malam di pelabuhan Tanjung Priok ketika itu. Ia kerap tidur di pelabuhan, apakah di kapal ataupun di emperan toko.
Kegigihan dan kerja kerasnya akhirnya berbuah manis. Dari bisnis jasa ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) yang digelutinya, ia meraih sukses. Badan usaha yang dirintisnya mulai dari bawah itu, PT Banyuwangi Jasa Mandiri (BJM)telah memiliki 19 unit kapal laut bertonase besar.
Sukses di usaha angkutan antarpulau itu, membuat Rusdi Masse terpacu untuk ke hal yang lebih besar. Ide dan keinginan untuk membuat perubahan di kampung halamannya, Kabupaten Sidrap mulai terberseit.
Sebenarnya, Rusdi pernah bercerita, ia tak pernah mau menjadi seorang bupati. Apalagi untuk terjun ke dunia politik dan memimpin sebuah partai besar.
Namun, takdir Yang Maha Kuasa mengantarkannya pada dua posisi yang tak pernah ada di benaknya itu. Ia akhirnya sukses merebut tongkat estafet kepemimpinan di Sidrap sejak tahun 2008 hingga sekarang. Bahkan, Rusdi terpilih sebagai bupati termuda saat itu, yakni usia 35 tahun.
RMS sukses membuat beberapa gebrakan untuk masyarakat. Pembangunan di Sidrap drastis berubah. Termasuk mengawal petani Sidrap dalam hal pengelolaan, swasembada pangan dan produksi beras dengan teknologi tinggi. Sepanjang sejarah, Kabupaten Sidrap tak pernah merebut Piala bergengsi Adipura. Namun di tangannya, prestasi ini akhirnya diwujudkan dan berhasil membawa Piala Adipura.
Sebuah bangunan permanen bertaraf nasional telah ada di Sidrap, yakni sirkuit RMS. Belum ada sirkuit di Indonesia seperti Sirkuit Puncak Mario yang telah berstandar nasional.
Dalam karier organisasinya, suami Hj Fatmawati Rusdi ini pernah jadi Ketua IMI Pemprov Sulsel selama beberapa periode. Di kalangan elit politik, Rusdi dikenal tak pernah neko-neko dalam membangun komunikasi. (*/rus)



×


Hijrah ke Jakarta Berbekal Rp75 Ribu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar