MUDA dan berprestasi. Selagi punya peluang dan kesempatan, kreatifitas dan pengalaman harus ditempa agar menjadi modal saat memasuki dunia kerja.
Laporan: Rahmawati Amri
PRINSIP itu menjadi patron bagi Rhiza Achmad dalam mengisi waktunya. Tak heran jika setiap hari, waktunya dipenuhi dengan berbagai aktifitas.
Selain tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar, Rhiza juga punya seabrek kegiatan. Mulai dari aktif di organisasi kemahasiswaan, hingga kegiatan kreatif, seperti menekuni desain grafis yang agak melenceng dari ilmu yang digeluti di bangku kuliah.
Karena berbagai kegiatan positif yang dilakoninyalah, Rhiza berhasil memperoleh tiket beasiswa untuk belajar di Jepang.
Ikhwal sehingga dia bisa memperoleh beasiswa ke Negeri Matahari Terbit itu cukup unik.
Fakultas Peternakan tempatnya studi punya kerja sama dengan University of Miyazaki. Kebetulan, salah satu kerja sama yang dilakukan adalah memberi beasiswa kepada mahasiswa yang memenuhi syarat dan lolos seleksi.
Diapun mengajukan diri sebagai salah satu calon. Seleksi yang dihadapi agak berat. Harus melewati dua tahap untuk bisa mendapat beasiswa yang dinamakan Student Field Practice.
Untuk tahapan interview, seleksi mengggunakan Bahasa Inggris.
“Interviewer yang mewawancara gunakan Bahasa Inggris dengan fasih. Sementara saya sebelumnya tidak pernah belajar atau kursus secara intensif,” ungkap anak muda bersahaja ini.
Karenanya, dia merasa ragu bisa lolos tahapan interview.
Dia hanya belajar Bahasa Inggris modal dari bangku sekolah, ditambah praktik berdiskusi langsung dengan orang asing melalui media sosial.
Sementara calon lain yang ikut rata-rata fasih dalam berbahasa Inggris. Bahkan ada rekannya yang kursus sampai dua tahun.
“Alhamdulillah, ternyata bisa bersaing dan lolos,” ungkapnya.
Dia menuturkan, sebenarnya beasiswa yang diperoleh berasal dari tanggungan Fakultas Peternakan, Ikatan Alumni Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, dan Gubernur Maluku, Ir. Said Assegaf.
Sebelum ke Jepang, dia ditempa dulu selama sebulan secara intensif. Sampai hari Minggu pun digunakan untuk diskusi ataupun kelas bebas tentang pengenalan budaya Jepang.
Salah satu keahlian Rhiza yang juga menjadi sokongan sehingga bisa meraih beasiswa karena dia punya keahlian pada desain grafis. Suka ikut-ikut kontes dan menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi, serta menambah pengetahuan dalam memperkaya ilmunya.
Bukan hanya dari dalam negeri, komunikasi via media sosial juga dijalin dengan orang-orang yang dinilai punya kompentensi dalam mengupgrade ilmunya dari berbagai belahan dunia. Dari situ juga, kemampuan bahasa asingnya terasah.
Lelaki alumni SMAN 12 Makassar tersebut saat ini sudah menginjakkan kakinya di Negeri Sakura. Dia berangkat pada Selasa lalu. (*/rus)

