MAKASSAR, BKM — Inilah dampak yang tak diinginkan dari pemilihan ketua rukun warga dan rukun tetangga (pilkara) di Kota Makassar. Yakni timbulnya kebencian dari calon yang tidak terpilih. Apalagi calon petahana yang gagal mempertahankan kursi kepemimpinannya.
Seperti yang terjadi di RW 03, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini. Incumbent calon ketua RW yang tidak terpilih tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Diapun melampiaskan rasa tidak puasnya kepada warga yang datang mengurus administrasi kependudukannya.
Salah seorang warga kemudian melaporkan hal itu ke pihak Kelurahan Tidung. Lalu ditindaklanjuti dengan menyampaikannya ke Bagain Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Maklassar.
Dalam laporan itu, dijelaskan bahwa warga tersebut tidak mengetahui kalau Dg Erang, calon petahana ketua RW 03 Kelurahan Tidung tak terpilih dalam pilkara. Diapun datang menemui Dg Erang untuk sebuah urusan administrasi kependudukan.
”Awalnya, ada warga yang mengira kalau dia masih menjabat ketua RW. Warga itu datang untuk mengurus sesuatu. Tapi mantan ketua RW itu marah-marah. Dia bilang; bukanmi saya ketua RW. Ke ketua RW barumumi saja,” ungkap Syafran, Kepala Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat BPM Kota Makassar, kemarin.
Hal seperti ini, diakui Syafran, sangat disayangkan. Karena telah mengganggu eplayanan masyarakat.
Untuk itu, dia meminta kepada seluruh kelurahan, khususnya Kelurahan Tidung untuk segera membuat surat keputusan (SK) bagi ketua RT dan RW yang terpilih. Sehingga seluruh pelayanan di tingkat RT dan RW dapat berjalan dengan baik.
Sebab, ketua RT dan RW terpilih, baik incumbent maupun wajah baru tentu berpikir untuk memulai pekerjaan memberi pelayanan kepada warganya sebelum mengantongi SK.
“Kita minta agar segera dibuatkan SK bagi ketua RT dan RW terpilih, supaya bisa mulai bekerja,” ujarnya.
Lurah Tidung Lylian Sunarno melalui telepon selular, kemarin membenarkan adanya calon petahana ketua RW 03 Kelurahan Tidung yang memperlihatkan kekecewaan terhadap warga di lingkungan tempat tinggalnya. Untuk itu dia berjanji akan segera membuat SK bagi para ketua RT dan RW di wilayahnya, sehingga bisa memberikan pelayanan yang baik kepada warga.
“Memang ada seperti itu yang marah-marah. Dia mantan ketua RW 03. Namanya Dg Erang. Dia digantikan oleh Fuad. Ketua RW 03 termuda di wilayahku,” jelasnya.
Menyusul kejadian ini, dia berharap BPM Kota Makassar dapat segera memberikan petunjuk dan arahan untuk segera menerbitkan SK bagi ketua RT serta RW dan segera melakukan pelantikan.
Hanya saja, harapan tersebut belum bisa direalisasikan secepatnya. Karena BPM Makassar masih menunggu seluruh laporan hasil penghitungan suara pilkara dari masing-masing panitia di tingkat kelurahan yang ada di 15 kecamatan.
”Kepada seluruh kelurahan kita harapkan bisa segera merampungkan hasil penghitungan suara di wilayah masing-masing dan menyerahkannya ke BPM. Karena sampai saat ini masih ada yang belum memasukkan laporannya,” kata Syafran.
Karenanya, Syafran belum bisa merinci berapa incumbent yang tumbang, dan berapa wajah baru terpilih dalam pilkara serentak. Padahal sesuai jadwal, pelatikan ketua RW dan RT terpilih akan dilaksanakan April mendatang.
“Paling lambat 1 Maret semua data dari kelurahan harus dikumpulkan. Secepatnya juga pihak kelurahan menerbitkan SK untuk ketua RT dan RW terpilih di wilayahnya. Jadi pelantikan nanti bersamaan dengan penyerahaan SK yang dibuat kelurahan. Termasuk penyerahan HP android yang sudah dijanjikan pemerintah kota,” terang Syafran.
Soal anggaran yang disediakan BPM Kota Makassar sebesar Rp800 juta, menurut Syafran, itu untuk membantu melancarkan pelaksanaan pilkara serentak. Mulai dari proses pemilihan, pelantikan, honor panitia tingkat kota, pembuatan spanduk, baju panitia tingkat kota, hingga pembelian perlengkapan tulis menulis (ATK).
“Panitia tingkat kota sebanyak 80 orang. Di dalamnya tergabung dari internal pemkot, unsur TNI dan Polri. Kalau honornya itu Rp400 ribu satu kegiatan. Seperti untuk waktu pemilihan. Jadi kami tetap sediakan lagi honor untuk panitia pelantikan nanti,” jelasnya.
Lurah Tidung Lylian Sunarno, mengaku telah mengumpulkan data perolehan suara calon ketua RT dan RW di wilayahnya. Dari hasil penghitungan, para incumbent jauh lebih unggul ketimbang pendatang baru.
“Saya sudah kirim ke BPM Makassar hasil penghitungan di wilayah Tidung. Incumbent, baik ketua RT maupun RW banyak yang terpilih kembali. Mereka masih dipercaya oleh warga. RT di wilayahku ada 39 dan delapan RW. Yang terpilih dominan incumbent,” terang Lylian Sunarno.
Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, meminta kepada seluruh panitia pilkara tingkat kelurahan untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada warga di wilayahnya. Khususnya kepada calon ketua RT dan RW yang tidak terpilih untuk senantiasa menjaga kerukunan.
”Di sini dibutuhkan peran panitia pemilihan tingkat kelurahan. Mereka hendaknya memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada warga. Inilah demokrasi yang harus dipahami,” jelasnya.
Wawali yang akrab disapa Deng Ical ini menambahkan, apa yang terjadi pascapilkara merupakan hal yang wajar. Juga telah terpikirkan oleh pemerintah kota.
“Memang ada yang kalah dan menang. Tapi pada prinsipnya kita tidak mau ada yang kalah. Maka dari itu, panitia lebih awal telah menjelaskan risiko seperti ini dalam sebuah pemilihan,” tandasnya. (arf/rus)
Tak Terpilih, Mantan Ketua RW Lampiaskan Kekecewaan ke Warga
×

