MAROS, BKM — Hari masih pagi-pagi buta di Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Kira-kira pukul 05.15 Wita, Jumat (3/3).
Suasana mulai ramai dengan calon penumpang pesawat yang hendak berangkat. Salah satunya Dr Hisyam Ihsan,MSi.
Setibanya di bandara, ia langsung menuju area keberangkatan untuk melakukan proses check in. Selanjutnya, ke gate (pintu) 1 guna menunggu proses boarding.
Pukul 05.50 Wita, penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-611 rute Ujungpandang-Cengkareng boarding melalui gate 1. Termasuk Hisyam.
Ketika berada di dalam pesawat pukul 05.57 Wita, Hisyam kemudian mencari head rack di atas tempat duduknya. Namun, head rack di seat 29E telah penuh.
Hal ini kemudian memicu emosi Hisyam. Spontan ia berujar; isinya bom ini (merujuk pada tas yang dibawanya). Pengakuan Hisyam itu terdengar oleh pramugari pesawat bernama Nova Indrawati Barasa. Selanjutnya ia meneruskan kepada pilot Capt Marzaini Anwar.
Tak mau mengambil risiko, pilot langsung melaporkan hal itu kepada petugas security Garuda Indonesia untuk ditindaklanjuti. Marzaini Anwar bahkan memerintahkan awak kabin (pramugari) untuk menurunkan Hisyam serta semua penumpang lainnya. Termasuk barang bagasi kabin dan bagasi tercatat untuk dilakukan pemeriksaan ulang.
Total penumpang dalam pesawat sebanyak 209 orang. Terdiri dari penumpang kelas ekonomi 184 orang dan kelas bisnis 25 orang.
Hisyam kemudian dibawa ke posko security bandara untuk diambil keterangan awal. Ia mengaku sebagai dosen Universitas Negeri Makassar (UNM). Tinggal di Kompleks Kodam Gunung Sari (Cokonuri) nomor 64 RT 04/RW 17 Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Seluruh penumpang juga diturunkan. Mereka diarahkan melakukan pemeriksaan ulang melalui SCP transit. Selanjutnya kembali ke ruang tunggu gate 1.
Kasat Reskrim Polres Maros AKP Jufri Nasri yang dihubungi, kemarin membenarkan kejadian ini. Dijelaskan, dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap Hisyam, dia mengaku hanya bergurau kepada pramugari.
”Dia kesal saat hendak meletakkan barang bawaannya di head rack. Tetapi head rack di seat 29E telah penuh. Ini membuatnya marah sampai mengatakan tasnya berisi bom. Tujuannya agar penumpang lain memindahkan barangnya,” jelas Jufri Natsir.
Menurut Jufri, apa yang diucapkan Hisyam dilakukan spontan dan tidak benar adanya. ”Dari hasil interogasi, dia mengaku hanya bergurau dan tidak ada maksud lain,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan, tidak ditemukan adanya barang berbahaya atau bom di dalam tas Hisyam. Meski begitu, akibat gurauannya, sang dosen batal terbang ke Jakarta. Termasuk lima anggota rombongannya. Hisyam dan rekannya tak jadi mengikuti training yang akan dilaksanakan di Jakarta.
Petugas AVSEC Angkasa Pura 1 kemudian menyerahkannya ke personel PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Otoritas Bandara Wilayah V Makassar untuk ditindaklanjuti.
Hisyam Ihsan merupakan dosen di jurusan Matematika Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM. Dosen yang biasanya mengajar program analisis real dan aljabar ini memang dikenal humoris dan baik.
Salah satu yang mengakui hal itu adalah Muhammad Darwis. Dia rekan seprofesi Hisyam di jurusan matematika yang juga mantan ketua jurusan matematika.
”Dia merupakan pribadi yang besar kepeduliannya kepada teman-teman. Tipenya memang ceplas ceplos,” kata Darwis.
Selain mengajar, Hisyam juga aktif di beberapa usaha pribadinya dan aktif sebagai seorang asesor. “Tidak tahu jelas usaha apa, tapi yang berkaitan erat dengan budidaya,” tambah Darwis.
Sebelum diamankan, Hisyam akan berangkat ke Jakarta dalam tugasnya sebagai asesor. Asesor sendiri adalah seseorang yang berhak melakukan asesmen terhadap suatu kompetensi sesuai dengan ruang lingkup asesmennya.
Di kalangan mahasiswanya, Hisyam juga dikenal baik. Salah satunya diakui Nur Awaliyah, mahasiswa jurusan matematika angkatan 2011 yang sering diajar oleh Hisyam.
Menurutnya, Hisyam adalah salah satu dosen yang bagus cara mengajarnya. ”Sering memang melucu itu Pak Dosen. Bagus juga cara mengajarnya,” ujar Nur. (ari-nug/rus/c)
Dosen UNM ‘Bawa Bom’ di Pesawat Dikenal Humoris
×

