MAROS, BKM — Pascaterjadinya ledakan di tangki pendam stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Abdul Rahim III, di poros Jalan Jendral Sudirman, Maros, Selasa malam (7/3), petugas laboratorium forensik (labfor) Cabang Makassar menemukan sejumlah barang bukti baru pada saat melakukan penyisiran, kemarin. Penyisiran yang dibantu oleh regu pemadam kebakaran Pemkab Maros berhasil membawa naik barang-barang tersebut dari dasar tangki.
Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Maros Jufri Natsir, mengatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan beberapa benda dalam bunker. Diantaranya sekop, senter, ember cat, penyemprot air, kabel dan baju kaos. Barang yang ditemukan itu dijadikan barang bukti terlait kasus ledakan yang terjadi dalam bunker penampungan BBM milik SPBU Patung Kuda Kota Maros.
“Dua anggota damkar yang membantu pihak kepolisian melakukan penyisiran berhasil mendapatkan barang bukti baru berupa sekop, senter, ember cat, penyemprot air, kabel, dan baju kaos,” ujar Jufri Natsir, Rabu (8/3).
Semua barang bukti tersebut langsung dibawa ke Puslabfor Polri Cabang Makassar guna penyelidikan lebih lanjut. Termasuk barang bukti yang disita petugas pada saat terjadinya ledakan berupa kipas angin, blower dan lampu sorot.
Ardi (23), salah seorang petugas operator SPBU menuturkan, saat kejadian ada dua orang yang tengah membersihkan menggunakan mesin. Sementara enam orang lainnya berada di luar bunker dengan cara membungkuk. Mereka ikut menyaksikan proses pembersihan.
Tiba-tiba saja mesin meledak dan menghasilkan semburan api keluar bungker. Akibarnya, dua orang di dalam bunker serta enam orang yang bertugas di luar bunker terkena imbas dari ledakan tersebut.
Terpisah, Kapolres Maros AKBP Erick Ferdinan menjelaskan, polisi telah melakukan olah TKP dan mengindetifikasikan penyebab terjadinya ledakan di bunker milik SPBU. Untuk memastikan penyebab ledakan secara pasti, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor Polda Sulsel.
“Kita sudah lakukan olah TKP. Beberapa barang bukti diamankan. Hanya saja untuk memastikan penyebab ledakan, kami tunggu hasil pemeriksaan petugas Labfor Polda yang baru selesai melakukan identifikasi mendalam penyebab ledakan itu,” ujarnya saat mendampingi petugas labfor di lokasi kejadian, kemarin.
Peristiwa ledakan ini terjadi, Selasa malam pukul 19.15 Wita. Tiga orang karyawan SPBU mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Masing-masing Jamaluddin (30), pengawas SPBU, warga Perumahan Regency Maros. Abdul Razak (44) pembersih tabung premium warga Taeng, Kabupaten Gowa. Andi Makkulau (28) yang juga pengawas, beralamat di Sabantang, Kecamatan Tanralili, Maros.
Dua korban lainnya adalah Riko Tendean dan Andi Makkulau. Mereka dirujuk ke Rumah Sakit DR Wahidin Sudirohusodo, Makassar akibat luka bakar cukup parah. Sementara Firman Asis dan Sunardi dirawat di RS Salewangang, Maros. Sedang dua lainnya, Rizal dan Suardi diperbolehkan pulang ke rumahnya karena lukanya tidak terlalu parah.
Salah seorang korban, Firman Asis (22), warga Rammang-rammang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros menuturkan, saat kejadian ia berada pada posisi di atas tangki yang dibersihkan. Tiba-tiba ada semburan api keluar hingga menyebabkan terjadinya ledakan. (ari-ish/rus)
Barang Bukti Ditemukan di Tangki Pendam SPBU
×

