ADA banyak obsesi yang berusaha direalisasikan Bupati Jeneponto Drs H Iksan Iskandar,MSi. Di bawah kepemimpinannya, Butta Turatea terus dibenahi. Perubahan pun nampak di berbagai titik.
Iksan ingin wilayah yang dipimpinnya saat ini bisa keluar dari predikat daerah tertinggal versi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Meraih Piala Adipura serta menambah sekolah Adiwiyata nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Tak terkecuali predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap penilaian hasil pengelolaan keuangan daerah dari BPK RI.
”Untuk meraih itu semua, kita bekerja tancap gas. Berlari meninggalkan ketertinggalan. Seperti keluar dari predikat daerah tertinggal,” ujar Iksan Iskandar Karaeng Ninra.
Bupati baru saja menghadap Dirjen Kementerian PDT. Dari sana diperoleh informasi bahwa di tahun 2017 ini ada 40 daerah yang keluar dari zona daerah tertinggal. Salah satunya Jeneponto. ”Ini semua buah dari kerja kita. Semua elemen masyarakat Jeneponto,” katanya.
Ata pencapaian itu, diapun optimistis Jeneponto akan meraih Piala Adipura dan Adiwiyata. Karenanya, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menjadi leading, yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan didorong untuk terus meningkatkan kinerjanya. Dua supremasi tertinggi di bidang lingkungan hidup itu harus bisa didapatkan.
Sebagai sebuah kota kecil, Jeneponto terus dipercantik. Aneka asesoris dan taman kota dibangun. Seperti Taman Turatea, Taman Siswa dan lainnya.
Selain membuat kawasan tidak kumuh, kehadiran taman juga bisa membuat sehat. Warga kota akan nyaman menikmatinya. Sekaligus bisa dimanfaatkan untuk kegiatan berolahraga ataupun rekreasi bersama keluarga.
Untuk sekolah Adiwiyata berbasis lingkungan, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Jeneponto sudah meraih predikat sekolah Adiwiyata nasional. Akan menyusul sekolah-sekolah lainnya.
Untuk bisa meraih predikat WTP, Iksan sebagai bupati telah mencanangkan zero defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jeneponto tahun 2017. Seluruh SKPD diminta untuk tidak menambah anggaran. Semuanya harus sesuai dengan pagu yang didorong ke DPRD.
Dengan penuh keyakinan, Iksan menyebut Jeneponto ke depan akan menjadi pusat listrik di Sulsel. Klaim itu tidaklah muluk-muluk. Sebab di daerah ini telah ada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menjadi penyuplai energi ke PLN.
Tak berhenti sampai di situ. Di Jeneponto juga akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Perusahaan dari Jerman, Inggris dan Belanda akan merealisasikannya. ”Kalau semuanya telah terbangun, Jeneponto menjadi sumber cahaya di Sulsel,” tandasnya. (patahuddin kr kulle)
Drs H Iksan Iskandar,MSi Bupati Jeneponto
×

