KABUPATEN Toraja Utara selama ini dikenal dengan keindahan alam dan budaya leluhur nenek moyang. Tidak heran jika sektor pariwisatanya mengalami perkembangan.
Sebagai Bupati Toraja Utara, Dr Kalatiku Paembonan,MSi tidak ingin hanya terpaku pada satu sektor tersebut. Apalagi dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Selain mengoptimalkan pariwisata, kemandirian lokal melalui tanaman holtikultura unggulan juga terus digenjot. Guna mewujudkannya, Pemkab Torut melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura telah melakukan pengwilayahan pengembangan komoditas unggulan di 21 kecamatan.
Langkah ini dimaksudkan agar pada setiap wilayah sentra produksi memiliki tanaman komoditi dan komoditas khas unggulan berdasarkan iklim. Dengan begitu, lahan tidur bisa diolah lebih maksimal.
Tanaman lokal yang saat ini tengah dikembangkan, diantaranya tomat, cabai, tamarillo, serta jenis sayuran lainnya.
Mantan dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini menargetkan, tahun 2017 ini semua hamparan kebun petani difokuskan untuk penanaman berbagai jenis sayuran. Selain untuk memenuhi konsumsi masyarakat setempat, juga kebutuhan konsumen pasar daerah tetangga.
Pengembangan juga dilakukan guna meningkatkan produksi padi khas spesifik lokasl Toraja. Seperti varietas barri, bau, lallodo, ambo, dan lea serta kombong. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dilibatkan secara aktif di dalamnya, dengan harapan kebutuhan beras masyarakat Torut tidak lagi tergantung dari luar daerah.
Diakui Kalatiku, kendalan utama yang dihadapi petani di daerahnya untuk menggenjot produksi gabah yakni irigasi. Areal persawahan di daerah ini didominasi tadah hujan.
Upaya untuk meningkatkan kualitas produksi padi petani, salah satunya dilakukan dengan menggandeng investor produsen pupuk. Sembari membenahi pengairan. Termasuk infrastruktur jalan untuk mendukung agrowisata.
Program kemandirian lokal, menurut Kalatiku, tidak bisa jalan sendiri. Melainkan harus seiring dengan pengembangan sektor lainnya, seperti perikanan. Sehingga diperlukan rekontruksi pertanian secara menyeluruh. Termasuk diantaranya komoditi kopi.
Program lain yang juga dikembangkan Pemkab Toraja Utara tahun 2017, yakni olahraga sepakbola dan kesenian. Ini untuk memenuhi target pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) yang sebentar lagi akan digelar.
”Untuk menguji kemampuan pesepakbola Toraja Utara, dalam waktu dekat akan ujicoba dengan kesebelasan Papua,” sebut mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kemendagri ini.
Bidang kesenian tak luput dari perhatian pemkab. Salah satu buktinya adalah keberhasilan Sharon Britney Padidi dari Toraja yang keluar sebagai juara pada ajang pencarian bakat di salah satu televisi swasta nasional.
Pencapaian itu bisa diraih tidak lain karena sifat gotong royong dan persatuan warga Sang Torayan memberikan dukungan penuh. Sebagai bentuk perhatian pemkab, Sharon akan diangkat duta pariwisata seni Toraja. (agus burhan)
Kemandirian Pangan Lokal Jadi Program Strategis
×

