MAKASSAR, BKM — Kamis (16/3) menjadi hari yang amat spesial bagi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Usianya genap 62 tahun.
Pada hari itu juga, ada sesuatu yang begitu mengesankan bagi Sang Komandan. Dalam forum yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerja sama dengan Inspektorat Sulsel dan Agen Perempuan Antikorupsi, komisioner KPK Basariah Pandjaitan melontarkan pujiannya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memiliki indeks integritas antikorupsi yang terbaik di Indonesia, berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan KPK.
Komisioner KPK RI, Basariah Panjaitan mengatakan, ada sebuah angin perubahan dari Kawasan Timur Indonesia (KTI). Provinsi Sulsel yang merupakan provinsi di KTI, juga merupakan yang terbaik untuk program SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi).
“Kami apresiasi Pemprov Sulsel yang mendukung penuh. Pemberantasan korupsi tidak bisa hanya dilakukan masyarakat dan pemerintah, tapi harus menyatu. Masyarakat, pemerintah, dan aparat. Sulsel yang terbaik, karena disini lengkap. Dalam hal indeks integritas, jangan ditanya lagi,” kata Basariah.
Basariah mengungkapkan, pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK adalah salah satunya dengan cara pencegahan. Pencegahan memiliki banyak programnya, salah satunya SPAK.
“SPAK merupakan salah satu program KPK bekerja sama dengan Australia. Target utamanya adalah para perempuan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi antikorupsi yang dilaksanakan, ditujukan bagi PNS dan Dharma Wanita. Alasannya, supaya perempuan yang bekerja di pemerintahan bisa melihat sesuatu yang tidak benar, bisa menolak bahkan melaporkan ke pihak berwenang.
“Sebagian lagi ibu dharma wanita, karena kita tahu ibu-ibu ini nanti yang mendidik anak-anaknya di rumah untuk memberikan apa itu nilai-nilai kejujuran. Karena kejujuran adalah inti bagi seseorang tidak melakukan korupsi,” terangnya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, indeks integritas diperoleh berdasarkan survei BPS dengan KPK. Dalam hal budaya antikorupsi, Sulsel mendapatkan nilai 74 dari nilai tertinggi 86. Untuk kategori pengorganisasian antikorupsi, Sulsel mendapatkan nilai 82 dari nilai tertinggi 86. Sedangkan, untuk integritas pejabat, Sulsel juga mendapat nilai 74.
“Kalau nilai 100 persen, kita capai 90 persen. Kita harus jadi contoh, tidak ada korupsi, tidak ada pungli. Dan saya sependapat, kalau ada yang salah harus ditindaki, serta preventif menjadi penting,” kata Syahrul.
Tidak hanya itu, Ombudsman RI juga memberikan penilaian terbaik terhadap Pemprov Sulsel dalam hal pelayanan publik. Sulsel juga adalah peraih penghargaan Prasamya Purna Karya Nugraha, dengan pataka yang lengkap.
“Hal ini juga beresonansi langsung terhadap pendapatan rakyat, dari Rp9 juta menjadi Rp45 juta. Ini tidak mudah. Kuncinya adalah tidak korupsi, tidak suap, tidak pungli,” tegasnya
Sembilan tahun karirnya dihabiskan untuk menakhodai Sulawesi Selatan. Sejak terpilih sebagai Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memang sudah berkomitmen untuk mencurahkan seluruh waktu, tenaga, dan pikiran untuk Sulsel yang lebih baik di semua sektor.
Pekerjaan itu tentu tidak mudah. Namun, orang nomor satu itu berhasil membuktikan kesungguhannya. Banyak indikator yang bisa mewakili kerja-kerja lelaki yang kerap pula disapa Komandan itu.
Berbagai proyek infrastruktur yang monumental sudah terbangun. Ada flyover dengan megah terpancang di pusat Kota Makassar, yang mampu memecah kemacetan yang kerap terjadi di titik padat perempatan AP Pettarani-Urip Sumohardjo-Tol Reformasi.
Yang saat ini sedang dalam pengerjaan adalah underpass Simpang Lima di perbatasan Maros-Makassar. Proyek Bypass Mamminasata yang akan menjadi interkoneksi antardaerah Maros-Makassar-Gowa-dan Takalar.
Saat ini juga sedang digenjot pekerjaan Middle Ring Road (MRR) atau lingkar tengah dan elevated road di poros Camba.
Yang paling fenomenal adalah rencana kehadiran moda transportasi kereta api yang sudah di depan mata. Infrastrukturnya sementara digenjot. Saat ini sudah terbangun sekitar 30 km dan diharapkan paling lambat April 2017 mendatang sudah bisa rampung 50 km dan bisa digunakan.
Indikator keberhasilan lain bisa dilihat dari penghargaan yang diperoleh Sulsel di berbagai kategori. Mulai dari pemerintahan, ekonomi, pertanian, kesehatan, infrastruktur, dan lainnya. Tepatnya, penghargaan yang diraih hingga saat ini berjumlah 208 buah.
Dikonfirmasi seputar kiprahnya di usia ke-62 tahun, gubernur menegaskan apa yang dilakukan untuk daerah ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Dia tak mau main-main dengan jabatan yang diemban dan diamanahkan rakyat untuknya.
“Harus do the best untuk semua sektor. Sulsel harus menjadi salah satu provinsi yang diperhitungkan, ” jelas Syahrul.
Jika dalam perjalanan karirnya mengantar masyarakat menuju kesejahteraan, diganjar dengan penghargaan bukti jika dirinya bekerja, itu hanya impact atau implikasi tambahan.
Syahrul berharap kerja-kerjanya selama memimpin Sulsel bisa berbuah ibadah. Sebelum jabatannya berakhir, gubernur juga ingin semua programnya tuntas dan tidak menyisakan masalah.
“Saya selalu berharap bisa menuntaskan masa jabatan dengan khusnul khatimah, ” harapnya.
Di sela-sela acara, Basariah Pandjaitan sempat menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untuk Syahrul. Nyanyian Basariah spontan diikuti seluruh peserta yang hadir di acara itu.
Komisioner KPK Basariah sempat bercanda jika momen itu untuk merayakan HUT Gubernur Sulsel Syahrul yang ke-26.
“Kita rayakan HUT ke-26 Bapak Gubernur, ” katanya bercanda.
Tidak sampai disitu saja, usai gubernur menyampaikan sambutan, lagu Happy Birthday kembali menggema di ruang pola.
Beberapa panitia yang merupakan agen Perempuan Anti Korupsi membawakan kue ulang tahun untuk Sang Gubernur dengan lilin berangka 62 untuk ditiup. Gubernur tampak sumringah dengan kejutan yang diberikan. (rhm/rus)
Indeks Intergritas Antikorupsi Sulsel Terbaik di Indonesia
×

