BARRU, BKM — Tidak jarang orang tua akan marah jika anaknya yang masih bersekolah lebih sering bermain game. Sang anak biasanya curi-curi waktu untuk melakukan itu.
Tapi siapa sangka, dari kebiasaan yang dianggap ‘jelek’ oleh orang tua itu ternyata bisa mendatangkan prestasi. Setidaknya itu dialami oleh Muhammad Fadlan.
Siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Barru (Smabar) itu mengaku banyak memperoleh inspirasi dari bermain game. Ia bahkan mengklaim permainan seperti itu cukup baik dalam mengasah pikiran dan otak. Termasuk mendapatkan inspirasi. Khususnya untuk pelajaran berhitung alias matematika.
Di waktu senggangnya, Fadlan biasa memilih untuk bermain game. Diapun dikenal jago matematikan di sekolahnya.
Karena kepintarannya itu, Fadlan intens mengikuti berbagai ajang kompetisi matematika, baik tingkat regional Sulsel dan nasional. Bahkan, kini ia mampu berbicara di level dunia.
Peraih Award Gold di World Mathematics Invitational (WMI) ini sudah mampu menembus level internasional. Ajang dunia matematika yang akan berlangsung di Vietnam, Juli 2017 inilah yang menempatkan Fadlan sebagai salah satu wakil Indonesia di ajang lomba matematika tingkat dunia ini. Pemegang peringkat I WMI tersebut bakal bertemu siswa dari negara lain.
Fadlan mengaku kaget dengan rilis WMI. Apalagi sampai menempatkan namanya di posisi rangking satu dan berhak meraih award kategori emas (gold). Dari level inilah kemudian Fadlan terpilih untuk mengikuti kompetisi matematika dunia di Vietnam.
“Awalnya saya cuma berpikir hanya bisa sampai di level silver. Tetapi ternyata hasilnya lebih membanggakan, karena saya berada di level gold dan ranking 1 lagi,” kata Fadlan dengan mimik gembira, kemarin.
Hoby game memang kegemaran Fadlan sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Seperti diungkapkan Norma, ibu kandung Fadlan.
Disebutkan Norma, Fadlan bukan hanya suka maik game. Playstation juga merupakan permainan kesukaan putra pertama dari dua bersaudaranya ini. Kecepatannya memahami perhitungan sudah muncul sejak kecil.
“Bagi kami sebagai orang Fadlan, game dan PS itu justru mendorong untuk memahami fitur dan tombol di perangkat laptop yang saat ini menjadi alat bantu belajarnya,” terang Norma.
Norma pun merasa bangga, namun tetap merendah ketika ditelusuri jejak putranya sehingga disebut siswa dengan kecerdasan lebih dalam pelajaran matematika. Bukan hanya matematika, akuntansi dan Bahasa Inggris juga disukai Fadlan. Kecerdasan Fadlan sudah terlihat ketika duduk di bangku SD Sumpang Binangae. Kala itu ia selalu peringkat juara 1. Karena itu, ketika naik ke kelas IV Fadlan langsung ditarik ke kelas unggulan di SDI Barru.
Di SDI Barru, lagi-lagi Fadlan tak melepas juara umum hingga kelas XI SMA Negeri 1 Barru. Ketika di SMP Negeri I Barru, Fadlan mewakili Sulsel pada Olimpiade Sains tingkat nasional di Pulau Batam.
”Fadlan senang sekali dengan ajang lomba matematika tingkat internasional di Vietnam. Awalnya dia mengira ke Hongkong. Negeri impian yang hanya ia lihat melalui televisi. Meski begitu, niatnya tidak pernah surut dengan adanya perubahan negara penyelenggara ke Vietnam,” ujar Norma menggambarkan perasaan anaknya.
Pedagang kelontongan di Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru ini berharap Pemerintah Provinsi Sulsel dan kementerian terkait bisa membantu biaya perjalanan anaknya ke lomba tingkat dunia ini.
Tamrin, salah seorang guru matematika Smabar yang sering mendampingi Fadlan saat lomba matematika di Makassar dan Malang, mengaku sering merasa deg-degan kalau membawa siswa ini di berbagai lomba.
”Dia memiliki kecepatan menghitung yang luar biasa. Pernah berhadapan dengan siswa dari SMA Negeri 17 Makassar dan SMA Negeri Tinggimoncong yang dikenal memiliki siswa unggul dalam suatu lomba. Ketika tim juri menawarkan waktu kepada peserta lomba berapa jumlah waktu untuk menyelesaikan soal matematika ini, siswa dari kedua sekolah itu meminta waktu satu menit. Saya saat itu langsung kaget dan merasa deg-degan karena Fadlan justru minta waktu satu detik untuk menyelesaikan soal tersebut. Ternyata memang si Fadlan ini mampu mengerjakan sesuai waktu penawarannya,” terang Tamrin mengisahkan sepak terjang Fadlan. (udi/rus/b)
Pelajar Barru Wakil Indonesia di Lomba Matematika Dunia
×

