pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Istri Hamil Dua Bulan, Dosen Dibunuh Perampok

GOWA, BKM — Suasana masih pagi, Selasa (28/3). Jarum jam baru menunjuk pukul 07.00 Wita.
Warga kompleks perumahan Graha Sunandar, Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa geger. Mereka dihebohkan dengan penemuan mayat H Amir Rahmat (38) yang tinggal di Blok E2 nomor 3.
Korban dikenal sebagai salah satu dosen Sekolah Tinggi Keperawatan Tanawali, Kabupaten Takalar. Jasadnya yang sudah terbujur kaku tak bernyawa pertama kali ditemukan oleh istrinya Hj Wahana.
H Amir meregang nyawa bersimbah darah diduga usai dihantam perampok yang menyatroni rumahnya. Pelaku diperkirakan beraksi pada Selasa dinihari.
Informasi dari warga sekitar, H Amir merupakan pengantin baru. Ia menikahi Hj Wahana kira-kira lima bulan lalu. Saat ini sang istri tengah hamil dua bulan anak pertamanya.
Dari penuturan Hj Wahana, terungkap bahwa ia menemukan suaminya dengan posisi tertelungkup di atas kasur tempat tidur di dalam kamar.
”Sekitar jam tujuh pagi tadi (kemarin), saya datang di rumah Graha Sunandar. Pas di depan pintu, saya lihat sudah terbuka. Disitumi curigaka. Makanya langsungka masuk rumah. Kuliatmi kodong suamiku penuhmi darah di bagian kepalanya,” ungkap Hj Wahana sambil terisak. Ia belum bisa menerima kenyataan harus ditinggal pergi untuk selama-selamanya oleh sang suami.
Hj Wahana mengaku sempat berkomunikasi dengan suaminya, Senin malam (27/3) pukul 21.00 Wita. Kira-kira pukul 24.00 Wita, dia kembali menghubungi handphone korban. Tapi kali ini tidak aktif lagi.
Pelaku yang diindikasikan sebagai perampok diduga membawa kabur mobil Avanza milik korban. Saat kejadian, kendaraan roda empat bernomor polisi DD 621CC tersebut terparkir di depan rumah.
Asdar (40), ketua RT Perumahan Graha Sunandar, menuturkan bahwa mobil korban memang selalu terparkir di depan rumahnya. “Memang selaluji naparkir itu mobilnya di depan rumahnya kalau datangki ke sini. Karena ini H Amir punya dua rumah. Ada juga rumahnya di Galesong, Takalar,” jelas Asdar.
Asdar menambahkan, ia memang melihat mobil Toyota Avanza milik dibawa dibawa dengan terburu-buru keluar dari perumahan sekitar pukul 07.00 Wita.
“Saya lihat ada orang bawa kabur mobilnya almarhum. Terburu-buru sekali saya lihat. Tidak saya liatki mukanya, karena tertutup semuaki kacanya,” beber Asdar lagi. Selain mobil yang dibawa kabur, perampok juga mengambil HP korban.
Tidak lama berselang, polisi datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasus pembunuhan ditangani petugas identifikasi Polres Gowa bekerja sama Dokpol Bhayangkara Makassar.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah luka bekas hantaman benda tumpul di kepala bagian belakang korban. Petugas juga menemukan botol minuman keras yang disimpan di meja ruang tamu korban.
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Darwis Akib mengatakan, guna proses penyelidikan, pihaknya telah mengambil keterangan sejumlah saksi. Termasuk istri korban yang mengaku melihat pertama kali suaminya bersimbah darah. Polisi telah mengamankan sebuah palu sebagai barang bukti, serta botol minuman keras.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengaku telah mendapat informasi peristiwa pembunuhan itu. Kata dia, petugas Polres Gowa dan Polsek Somba Opu masih mendalami penyebab kematian korban.
”Petugas sudah melakukan olah TKP. Juga mengambil keterangan saksi-saksi. Dari olah TKP, ditemukan palu yang diduga digunakan pelaku membantai korban. Tim Resmob Polda, Polres Gowa dan Polsek Somba Opu masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,’ jelas Kombes Dicky, kemarin. (sar-ish/rus)




×


Istri Hamil Dua Bulan, Dosen Dibunuh Perampok

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar